News

Pemprov DKI Segera Panggil Jaktour Terkait Kasus Korupsi Eks Pegawai

Pemprov DKI segera panggil Jakarta Tourisindo (Jaktour) yang dua orang pegawainya tersangka kasus korupsi pembayaran jasa perhotelan instansi pemerintah.


Pemprov DKI Segera Panggil Jaktour Terkait Kasus Korupsi Eks Pegawai
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta dipastikan segera memanggil pihak PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) yang dua orang pegawainya kini menjadi tersangka kasus korupsi pembayaran jasa perhotelan instansi pemerintah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pemanggilan itu untuk mengusut dan meluruskan kembali kasus tersebut. Nantinya, BP BUMD akan dibantu pihak inspektorat Provinsi DKI Jakarta melakukan penyelidikan.

“Pasti (dipanggil) nanti dari BP BUMD yang nanti akan memanggil dan inspektorat untuk melakukan pengecekan kembali,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021).

Politisi Gerindra ini menegaskan, pihaknya akan akan memberikan hukuman berat kepada pegawai yang terlibat masalah korupsi dan masalah hukum berat lainnya. Sanksi kepada para pelanggar hukum seperti ini biasanya berupa pemecatan.

“Prinsipnya DKI Jakarta akan memastikan semua kinerja dilaksanakan secara baik sesuai dengan visi, misi program yang tertuang dalam RPJMD dan dilakukan secara transparan, terbuka dan tidak boleh ada korupsi, bagi siapa saja yang melanggar, tentu harus menerima sanksi dan hukuman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutur Ariza.

Adapun kedua pegawai PT Jakarta Tourisindo yang tersandung masalah korupsi ini adalah RI dan SY. RI menjabat sebagai General Manager di perusahaan tersebut dan SY adalah Chief Accounting. Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menjadikan keduanya tersangka setelah mengembangkan hasil pemeriksaan pelaku sebelumnya berinisial IS pada Januari 2021 lalu.

“Kami akan mengupayakan sebaik mungkin untuk jajaran pemprov dan BUMD untuk memastikan bahwa semua pekerjaan, kegiatan, proyek, apapun yang ada di pemprov dilaksanakan sesuai dengan SOP, sesuai dengan aturan, dan harus bebas dari KKN,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Corporate Secretary PT Jakarta Tourisindo AT Erik Triadi mengaku kedua pegawai yakni RI sebagai General Manager PT Jaktour dan SY sebagai Chief Accounting Jaktour itu telah lama didepak dari perusahaan setelah dugaan kasus korupsi itu mencuat.

"Sudah lama diberhentikan serta tidak lagi menjadi bagian dari PT Jakarta Tourisindo sejak Juni 2017," kara Erik ketika dikonfirmasi AKURAT.CO, Jakarta, Kamis (29/7/2021).