News

Pemprov DKI Izinkan Warga Gelar Lomba 17 Agustus, tapi Ada Syaratnya!

Pemprov DKI Jakarta masih belum mau mengambil risiko untuk menggelar berbagai acara secara tatap muka dalam rangka menyongsong HUT Kemerdekaan ke-76 RI. 


Pemprov DKI Izinkan Warga Gelar Lomba 17 Agustus, tapi Ada Syaratnya!
Peserta mengikuti lomba tarik tambang untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI di kawasan Cinangka, Depok, Jawa Barat, Senin (17/8/2020). Berbagai lomba yang diikuti anak-anak, remaja, dan orang tua itu dalam rangka memeriahkan HUT ke-75 RI Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema Indonesia Maju. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih belum mau mengambil risiko untuk menggelar berbagai acara secara tatap muka dalam rangka menyongsong HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. 

Berbagai acara perlombaan yang lazim digelar sebelum pandemi Covid-19 menghantam Ibu Kota masih dilarang, kendati kasus wabah mematikan ini mulai melandai.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pihaknya telah memutuskan agar berbagai perlombaan menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini dilakukan secara virtual. Sebab, risiko ledakan virus corona masih menghantui Jakarta.

Dengan demikian, DKI sudah dua kali merayakan peringatan Kemerdekaan RI dengan cara yang tak lazim. Tahun lalu, lomba-lomba juga dilakukan secara daring. Tentu bukan lomba macam panjat pinang, tarik tambang, atau lari karung, perlombaan seperti ini bakal dicari alternatif penggantinya misalnya dengan lomba membaca puisi, mendongeng dan lain-lain.

"Kegiatan-kegiatan lomba sementara dilakukan secara daring atau virtual sebagaimana tahun lalu," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (4/8/2021).

Meski begitu, Ariza mengaku pihaknya juga tentu menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait hajatan satu tahunan ini. Hal ini mengingat pada 17 Agustus 2021 mendatang, peraturan pembatasan yang diterapkan pemerintah untuk menekan Covid-19 lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 telah usai. 

Peraturan ini berakhir pada 9 Agustus 2021 mendatang. Bisa saja ada kebijakan baru memperlonggar pembatasan ini.

"Kecuali nanti ada kebijakan baru. Tetapi sejauh ini kita belum memperkenankan kegiatan langsung secara fisik yang dapat menimbulkan penularan Covid-19 sendiri," ucapnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil menekan lonjakan kasus Covid-19 setelah babak belur dihantam ledakan Covid-19 gelombang kedua. Warga yang sakit, sudah banyak yang sembuh, kasus harian juga sudah menurun drastis yang membuat 140 rumah sakit rujukan sebelumnya penuh dengan pasien Covid-19 kini kembali lowong.