News

Pemprov DKI Izinkan Kegiatan Berjemaah di Rumah Ibadah, Tetap Prokes Ya!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengizinkan warga Ibu Kota untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah ibadah, termasuk salat Jumat.


Pemprov DKI Izinkan Kegiatan Berjemaah di Rumah Ibadah, Tetap Prokes Ya!
Umat Islam melaksanakan salat Jumat berjemaah di Masjid At Tin, Jakarta, Jumat (5/6/2020). Masjid At Tin kembali melaksanakan salat Jumat berjemaah perdana setelah mendapatkan izin dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia usai penutupan sejak April 2020 akibat wabah COVID-19. Pengelola masjid membatasi jumlah jemaah dari yang semula berkisar 9.000 orang, kini maksimal hanya 5.000 orang. (Fotografer AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengizinkan warga Ibu Kota untuk melaksanakan kegiatan keagamaan di rumah ibadah, termasuk salat Jumat. Seperti diketahui, sebelumnya ditiadakan untuk sementara waktu ketika ledakan Covid-19 gelombang kedua menghantam Jakarta beberapa bulan lalu.

"Sesuai kebijakan pemerintah pusat, tertuang dalam inmendagri No. 30 tahun 2021 dan SE Menteri Agama No. 23 Tahun 2021 tentang PPKM, untuk kegiatan peribadatan atau keagamaan di rumah ibadah di wilayah dengan kriteria level 4 dan 3 dapat mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjemaah selama masa PPKM," kata Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, Muhammad Zen ketika dikonfirmasi Akurat.co, Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Zen menegaskan, walau sudah diperbolehkan menggelar kegiatan keagamaan di tempat ibadah, tetapi protokol kesehatan mesti harus tetap dijaga.

Adapun maksimum jumlah jemaah yang boleh sholat Jumat di masjid, kata dia, hanya 25 persen dari kapasitas bangunan. Hal ini mengantisipasi kerumunan jemaah yang dapat memicu penularan wabah mematikan itu.

Aturan tersebut pun telah tertuang di dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 974 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Desease 2019. Kepgub itu dikeluarkan Gubernur Anies Baswedan pada 10 Agustus 2021.

"Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) maksimal 25 persen kapasitas atau 20 orang dengan memerhatikan protokol kesehatan lebih ketat dan pengaturan teknis dari Kementerian Agama," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa-Bali kembali diperpanjang hingga 16 Agustus 2021 mendatang. Walau penerapan peraturan ini belum turun level, namun di DKI Jakarta sendiri telah dilakukan berbagai pelanggaran di sejumlah sektor yang sebelumnya ditutup karena Covid-19 yang mengganas.

Selain pelonggaran di tempat ibadah, pelangoran juga dilakukan di pusat perbelanjaan modern atau mal, dengan sejumlah ketentuan yang berlaku.

Pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 25 persen pada pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan.

Penduduk dengan usia di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun dilarang memasuki pusat perbelanjaan. Demikian kutipan isi Kepgub 974/2021.[]