News

Pemprov DKI Bantah Program Pembebasan Lahan untuk Atasi Banjir Dibatalkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah program pembebasan lahan untuk kepentingan penanganan banjir dibatalkan tahun ini.


Pemprov DKI Bantah Program Pembebasan Lahan untuk Atasi Banjir Dibatalkan
Warga saat melakukan aktivitas di banjir yang melanda Jalan Swadarma Raya, Ulujami, Pesangerahan, Jakarta Selatan, Minggu (7/11/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membantah program pembebasan lahan untuk kepentingan penanganan banjir dibatalkan tahun ini. Sebab, program itu hanya tertunda, bukan batal.

Ariza menuturkan, penundaan terjadi karena Pemprov DKI Jakarta harus lebih ekstra hati-hati dalam hal belanja modal berupa tanah. 

"Sebenarnya bukan batal ya, pembebasan itu bukan batal tapi tertunda karena masalah tanah ini harus lebih teliti, hati-hati jangan sampai seperti tidak ada masalah ternyata ada masalah," katanya di Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin (24/1/2022) malam.

baca juga:

Seperti diketahui, pada Kamis pekan lalu, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI menggeledah kantor Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) DKI Jakarta. Penggeledahan itu terkait temuan adanya kelebihan pembayaran pada belanja pengadaan tanah di Jakarta Timur pada tahun 2018 lalu. 

Terkait banyaknya masalah pada persoalan pengadaan tanah itu, Ariza mengatakan, proses pengadaan tanah harus lebih ekstra hati-hati. Sebelum pembayaran dilakukan, semua proses administrasinya harus sudah selesai. 

"Sertifikatnya, asal-usulnya semua memang ada empat tahapan yang harus dipenuhi sebelum dibayarkan sampai semua clear and clean baru kita bayarkan," katanya. 

Belakangan ini, program penanganan banjir ala Anies kembali menuai sorotan. Normalisasi sungai kembali disuarakan untuk mempercepat penanganan banjir DKI. Ariza mengatakan program normalisasi sungai terus berjalan. 

"Terkait program normalisasi itu sudah ada kesepakatan terkait dengan dinas SDA, jadi titik-titik mana yang dibebaskan oleh Pemprov dan titik-titik mana yang dibangun oleh PUPR ya. Prinsipnya program-program pengendalian banjir terus diupayakan bersama oleh pemerintah daerah juga dengan dukungan pemerintah pusat," katanya. 

Dia mengatakan, semua program pengendalian banjir tahun 2022 tetap dijalankan. Bahkan, kata dia, banyak waduk, embung yang akan dituntaskan pada tahun 2022 atau di akhir masa jabatannya bersama Anies. 

"Semua di program, baik normalisasi, naturalisasi dibangun, sekarang kita membuat waduk, situ, embung, polder, insya Allah di tahun 2022 akan banyak sekali program-program yang kita buat seperti waduk polder dan perbaikan," katanya. []