Tech

Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Sayang Warga, Ini Dia Kegunaannya

Penggunaan aplikasi Sayang Warga melibatkan sekitar 28.848 kader.


Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Sayang Warga, Ini Dia Kegunaannya
Tampilan laman aplikasi Sayang Warga. (sayangwarga.surabaya.go.id)

AKURAT.CO Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya baru saja meluncurkan Aplikasi Sayang Warga atau Sistem Layanan Pendampingan dan Perlindungan Warga Kota Surabaya, pada Kamis (27/1/2022). Progam Sayang Warga sendiri merupakan sistem pendataan yang bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan sosial dan kesehatan yang ada di lapangan. 

"Dari hasil pendataan yang dilakukan, pemkot berharap dapat memberikan intervensi yang lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan adanya Sayang Warga ini, maka secara otomatis yang memberikan data kepada kami (pemkot) adalah warga Surabaya. Karena itulah saya ingin terus ada empati antar warga, ada rasa kasih sayang antar warga di Kota Surabaya," kata Wali Kota Eri di dalam acara peluncuran aplikasi tersebut, dilansir dari laman pemerintah Kota Surabaya.

Implementasi dari Sayang Warga ini melibatkan, kader identifikasi masalah sosial dan kesehatan berserta masyarakat. Dengan begitu, Pemkot Surabaya akan lebih tahu betul kondisi warganya seperti apa, sehingga intervensi yang diberikan pemkot melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, diharapkan lebih cepat dan tepat sasaran.

baca juga:

"Aplikasi ini bertujuan untuk mendata warga. Mulai dari ada berapa KK di setiap rumah, yang sakit siapa, yang butuh bantuan berapa, gizi buruknya itu berapa, termasuk pendapatannya per keluarga berapa. Nah, intervensi OPD itu nanti berdasarkan data ini," ujar Eri.

Ia juga berharap, kepada seluruh kader dan pendamping agar menyampaikan data apa adanya, sesuai kondisi warga di lapangan. Melalui gerakan masyarakat yang sinergis, Eri memastikan bahwa pemkot terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga Kota Pahlawan.

"Jadi, sampaikan data itu apa adanya. Kondisinya warga Kota Surabaya seperti apa, maka sasaran pemerintah akan tepat. Sebab, tugas saya di sini untuk mengobati, kalau tidak pernah tahu penyakitnya apa, kita tidak bisa mengobati," kata Eri.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani menjelaskan, mekanisme pendataan di aplikasi Sayang Warga dilakukan oleh sekitar 28.848 kader, yang didampingi petugas pendamping wilayah dengan empat cakupan kegiatan. Yakni, pendampingan bayi stunting, ibu hamil, ibu melahirkan dan nifas serta survei rumah sehat.

"Saya harap penggunaan aplikasi ini bukanlah menjadi sebuah beban baru. Akan tetapi menjadi semangat baru untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rini Indriyani.

Ia jugamenyebut, Surabaya tidak akan menjadi kota hebat tanpa partisipasi dari masyarakatnya. Dia berharap, dengan adanya aplikasi yang dikelola bersama tersebut, dapat menjadikan Surabaya menjadi kota yang semakin luar biasa.