News

Pemkot Depok Terapkan Kebijakan WFH 75 Persen Khusus Sektor Perkantoran

Selain pembatasan aktivitas perkantoran, Pemkot Depok juga membatasi aktivitas masyarakat dengan menerapkan jam malam


Pemkot Depok Terapkan Kebijakan WFH 75 Persen Khusus Sektor Perkantoran
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (Instagram/idrisashomad)

AKURAT.CO Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di wilayah Jabodetabek, Pemerintah Kota Depok menerbiktan sejumlah keb ijakan untuk mitigasi penyebaran virus tersebut.

Salah satu kebijakan yang diambil adalah penerapan Work From Home atau WFH bagi aktivitas perkantoran yang berada di wilayah Kota Depok.

"Bekerja Dari Rumah atau WFH 75% dan WFO 25%, WFH bukan liburan," ujar Walikota Depok, Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/6/2021).

Kebijakan ini diambil mengingat sektor perkantoran bisa menjadi sarana penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah zona merah Covid-19.

Selain pembatasan aktivitas perkantoran, Idris juga melarang warganya untuk beraktivitas di atas pukul 21.00 WIB.

"Aktivitas warga dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB," tegasnya.

Adapun informasi terkini, peningkatan kasus Covid-19 di Kota Depok, terjadi penambahan kasus harian yang cukup signifikan.

Tercatat pada tanggal 20 Juni 2021, Satgas Covid-19 kota Depok menemukan penambahan kasus baru sebanyak 653 kasus, sehingga total kasus aktif saat ini berjumlah 4.241 kasus. 

Penambahan kasus Covid-19 ini juga menunjang penambahan juga terhadap positivity rate mencapai 38,29 persen dan tingkat keterisian rumah sakit untuk ruang ICU mencapai 96,36 persen. 

Sementara keterisian ruang isolasi di Kota Depok hingga kini telah mencapai 86,37 persen.

Demi mencegah penularan Covid-19, masyarakat diimbau untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak orang. 

Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, jaga jarak juga mesti dibekali dengan pakai masker agar efektif.

Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang jaga jarak dengan orang lain yang tidak dikenal. 

Makanya, segala macam kegiatan yang bisa mengumpulkan orang dilarang selama pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini.

Secara umum, 3M adalah benteng utama bagi setiap orang untuk menghindarkan diri dari paparan Virus Corona, terlepas dari kondisi tubuh orang bersangkutan. 

Apalagi, imunitas seseorang berbeda-beda. Namun jika bentengnya kuat, pertahanan melawan virus ini bisa maksimal.Protokol 3M harus dilaksanakan secara masing-masing oleh semua orang tanpa terkecuali dalam kehidupan sehari-hari.[]