Ekonomi

Pemkab Mulai Bangun Rusus Magersari Tahap Kedua


Pemkab Mulai Bangun Rusus Magersari Tahap Kedua
Kementerian PUPR telah menyiapkan sebanyak 360 unit rumah khusus (Rusus) untuk mengganti hunian milik warga setempat yang terdampak dari proyek pembangunan Bendungan Kuningan di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (24/5) (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai awal Maret 2019 membangun rumah khusus (Rusus) magersari tahap kedua di Kaligintung, Kecamatan Temon, yang diperuntukan bagi warga terdampak pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Suparno mengatakan, nantinya akan dibangun 50 unit rumah di lahan tersebut dengan luas tiap kavling diharapkan bisa serupa dengan yang ada di Kedundang yakni 80 meter persegi.

"Jenis bangunan yang akan dibangun kemingkinan juga sama persis yakni tipe 36," katanya dikutip dari Antara, Senin (25/2/2019).

Ia mengatakan kompleks hunian magersari di Kaligintung itu mengambil konsep yang sama dengan hunian serupa di Kedundang. Namun, tata letaknya nanti terdiri dari dua blok besar yang saling terpisah sekitar 200 meter.

Hal ini mengikuti ketersediaan lahan berikut kontur tanahnya perbukitan memanjang yang berundak-undak. Pihaknya juga sempat kesulitan membuat siteplan di lahan Paku Alam Ground (PAG) seluas sekitar 11.000 meter persegi itu karena konturnya yang unik. "Saat ini masih proses pematangan lahan tengah dikebut," katanya.

Suparno mengatakan lelang pekerjaan untuk pematangan lahan sudah rampung dan telah didapat kontraktornya yakni CV Anugerah Karya Group. Kontrak terhitung mulai 25 Januari 2019 dan pekerjaan bakal berlangsung selama 80 hari.

Adapun pekerjaan utama berupa pembangunan fisik perumahan itu nantinya ditangani oleh Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Anggaran untuk pembangunan fisik rumah yang diprioritaskan bagi warga golongan kurang mampu yang terdampak pembangunan NYIA itu sudah diteken pihak kementerian. Namun sampai saat ini, kami belum tahu persis berapa nilai anggarannya," katanya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) Kulon Progo Heriyanto mengatakan pihaknya akan berupaya memfasilitasi keinginan warga untuk relokasi ke rusus magersari.[]