News

Pemkab Belitung Terapkan Tes COVID-19 Acak Bagi Pemudik

Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerapkan pemeriksaan COVID-19 secara acak bagi penumpang di pintu kedatangan orang


Pemkab Belitung Terapkan Tes COVID-19 Acak Bagi Pemudik
Dalam foto ini, anggota staf medis melakukan tes virus corona di titik pengujian drive-thru di Kroasia (Damir Sencar via pulitzercenter.org)

AKURAT.CO, Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerapkan pemeriksaan COVID-19 secara acak bagi penumpang di pintu kedatangan orang, baik pelabuhan laut maupun udara, guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 selama masa arus pemudik balik Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Pemeriksaan secara acak bagi penumpang tersebut akan berlaku selama masa pengetatan perjalanan mulai 18-24 Mei atau mulai hari ini," kata Bupati Belitung, Sahani Saleh di Tanjung Pandan, Selasa, (18/5/2021).

Menurut dia tes COVID-19 secara acak itu tetap dilakukan kepada para penumpang yang baru datang dari mudik meskipun sudah memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan bebas dari COVID-19.

"Meskipun mereka sudah membawa surat tes cepat antigen atau tes usap, mereka tetap akan dites ulang namun secara acak, dan nanti ada kriteria-kriteria untuk penentuan tes acaknya" katanya.

Ia mengatakan bahwa hal itu dilakukan dikarenakan keterbatasan alat pemeriksaan alokasi dari Pemerintah Provinsi Babel, yaitu hanya sebanyak 700 unit.

"Sedangkan informasinya penumpang yang datang besok (19/5) di bandara sekitar 500 lebih orang maka kami lakukan secara acak karena alatnya terbatas," katanya.

Ia menambahkan, jika dalam pemeriksaan acak tersebut ditemukan penumpang yang terkonfirmasi positif COVID-19 maka akan langsung dilakukan isolasi.

"Jika ada yang reaktif wajib isolasi dan kriteria isolasinya umur 60 tahun ke bawah tidak ada isolasi mandiri langsung dibawa ke pusat karantina COVID-19 SKB Tanjung Pandan dan kalau gejalanya berat atau sedang langsung dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Ia optimistis upaya tersebut dapat menekan penyebaran virus COVID-19, terutama kasus impor atau virus bawaan dari daerah lain selama arus balik Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Kami mencegah setiap orang yang masuk Belitung agar tidak membawa virus COVID-19," demikian Sahani Saleh. []

Sumber: ANTARA

Erizky Bagus

https://akurat.co