News

Jenderal Min Aung Hlaing Bakal Hadiri KTT ASEAN di Jakarta

Pemimpin kudeta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, akan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta pada 24 April mendatang


Jenderal Min Aung Hlaing Bakal Hadiri KTT ASEAN di Jakarta
Dalam foto ini, Kepala junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing memimpin parade tentara pada Hari Angkatan Bersenjata di Nay Pyi Taw pada 27 Maret 2021 (Reuters)

AKURAT.CO, Pemimpin kudeta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, akan menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN di Jakarta pada 24 April mendatang. 

Laporan itu disampaikan oleh juru bicara kementerian luar negeri Thailand, Tanee Sangrat Sabtu (17/4) waktu setempat. 

Sangrat menuturkan bahwa beberapa pemimpin ASEAN telah mengonfirmasi kehadirannya di KTT di Jakarta, termasuk di antaranya adalah Panglima Junta, Min Aung Hlaing.

"Saya dapat memastikan bahwa Ketua (ASEAN) Brunei telah mengusulkan tanggal 24 April dengan lokasi pertemuan di Sekretariat (ASEAN) di Jakarta. 

"Beberapa pemimpin telah mengonfirmasi kehadiran mereka termasuk MAH Myanmar (Jenderal Senior Min Aung Hlaing). Beberapa pemimpin belum mengonfirmasi," kata Tanee seperti dikutip dari Bangkok Post pada Minggu (18/4).

Kendati demikian, Tanee masih enggan membeberkan pemimpin mana saja, selain MAH yang bakal  menghadiri pertemuan tersebut. Ia juga menolak apakah pertemuan nanti bakal dilakukan secara tatap muka, online, atau gabungan keduanya.

Meski begitu, jika MAH benar-benar datang, maka bisa dipastikan itu adalah perjalanan luar negeri pertamanya sejak kudeta 1 Februari lalu.  Dipastikan pula bahwa Min Aung Hlaing bakal ikut membahas krisis hingga solusi yang mungkin akan ditawarkan negara-negara ASEAN untuk mengatasi konflik Myanmar. Mengingat, sebelumnya, Brunei sudah menegaskan bahwa pertemuan di Jakarta nantinya adalah demi membahas masalah kudeta Myanmar.

Militer Myanmar menggulingkan pemerintah sipil yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi dan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada 1 Februari 2021. Sejak itu, protes terhadap kudeta terus meletus dan sampai saat  ini, lebih dari 700 orang tewas akibat aksi kekerasan dari pasukan keamanan.

Situasi di Myanmar itulah yang nantinya diharapkan bisa menjadi sorotan utama selama KTT pekan depan.

Namun, kehadiran MAH di KTT ASEAN ini pada ujungnya tetap menuai kritikan tajam dari para aktivis anti-kudeta. Terlebih selama ini, para aktivis sudah kerap meminta pemimpin asing untuk tidak mengakui kepemimpinan junta.

Kritikan terhadap undangan MAH ini bahkan sempat membanjiri laman Twitter hingga tagar ASEANrejectSAC menjadi salah satu trending topic di kalangan warganet Myanmar.

"#ASEAN tidak melegitimasi junta Militer Myanmar sebagai pemerintah dengan mengundang MAH untuk menghadiri KTT. Junta tidak sah dan ilegal," cuit aktivis terkemuka Wai Wai Nu di Twitter. 

Sementara warganet meluapkan kekecewaannya, pada Sabtu, junta membagi-bagi amnesti Tahun Baru dan membebaskan lebih dari 23 ribu tahanan di seluruh negeri. Kemudian, di antara yang dibebaskan adalah warga asing  yang jumlahnya mencapai hingga 130 orang lebih. Namun, belum diketahui secara pasti apakah para demonstran anti-kudeta ikut dalam tahanan yang dibebaskan. 

Sementara, menurut laporan terbaru dari  Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, jumlah tahanan pasca kudeta dikatakan telah mencapai hingga lebih dari 3.100 orang. Di antaranya termasuk pemimpin sipil Aung Suu Kyi yang terus dikenai dakwaan, seperti pelanggaran ekspor  impor atas kepemilikan walkie talkie, penanggulangan bencana alam, suap dan korupsi, hingga Undang-undang rahasia negara dengan ancaman 14 tahun penjara.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu