News

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis Hukuman Penjara Seumur Hidup

Seorang pemimpin senior kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin telah dijerat dengan dakwaan terorisme di Mesir. Ia pun divonis hukuman penjara seumur hidup.


Pemimpin Ikhwanul Muslimin Divonis Hukuman Penjara Seumur Hidup
Penjabat Pengarah Tertinggi Ikhwanul Muslimin Mahmoud Ezzat divonis hukuman penjara seumur hidup (DPA via Deutsche Welle)

AKURAT.CO, Seorang pemimpin senior kelompok terlarang Ikhwanul Muslimin telah dijerat dengan dakwaan terorisme di Mesir. Ia pun divonis hukuman penjara seumur hidup.

Menurut laporan Middle East News Agency, pengadilan Kairo pada Kamis (8/4) menyatakan Mahmoud Ezzat, penjabat pengarah tertinggi Ikhwanul Muslimin, bersalah atas 'tindakan teror' yang terjadi setelah penggulingan Presiden Mesir Mohamed Morsi oleh militer pada 2013. Ezzat dihukum atas tuduhan menghasut kekerasan dan memasok senjata api selama bentrokan di luar markas Ikhwanul Muslimin antara pendukung dan penentangnya pada 2013.

Pria 76 tahun itu ditangkap musim panas lalu setelah polisi berhasil menemukannya bersembunyi di sebuah apartemen di pinggiran Kairo. Menurut otoritas saat itu, dalam penggeledahan apartemen tersebut ditemukan komputer dan perangkat lunak terenkripsi yang memungkinkan Ezzat berkomunikasi dengan anggota kelompok di Mesir dan luar negeri. Polisi juga menemukan dokumen yang memuat rencana perusakan.

Pemerintahan Morsi yang berumur pendek terbukti memecah belah dan memprovokasi aksi protes massal di seluruh negeri. Mantan presiden itu meninggal setelah pingsan di pengadilan dalam salah satu persidangannya pada Juni 2019.

Sementara itu, Ezzat sempat diduga kabur ke luar negeri bersama banyak pemimpin kelompok tersebut setelah organisasi mereka ditindak keras.

Ia adalah mantan wakil dari pemimpin Ikhwanul Mohamed Badie yang berpengaruh dan juga dianggap sebagai garis keras dalam kelompok tersebut. Ia lantas menjadi penjabat pemimpin setelah Badie ditangkap pada Agustus 2013.

Ezzat sebelumnya dihukum atas sejumlah kejahatan terkait dengan teror dan dijatuhi hukuman mati 2 kali tanpa kehadirannya (in absentia). Setelah ditangkap, ia diadili lagi, sesuai hukum Mesir.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu