News

Pemilu Serentak 28 Februari 2024, Tokoh Hindu: Mohon Dicatat Itu Bersamaan dengan Hari Raya Galungan

Ia mengusulkan agar Pemilu diundur.


Pemilu Serentak 28 Februari 2024, Tokoh Hindu: Mohon Dicatat Itu Bersamaan dengan Hari Raya Galungan
Ilustrasi - Pemilu (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Tokoh Hindu, Mpu Jaya Prema menanggapi jadwal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2024 yang bersamaan dengan peringatan Hari Raya Galungan

Diketahui, pemungutan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 28 Februari 2024.

"KPU dan DPR (Komisi 2) tetapkan Pilpres dan Pileg pada 28 Februari 2024. Mohon dicatat itu adalah Hari Raya Galungan, hari raya keagamaan untuk umat Hindu Nusantara," tulis dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @mpujayaprema pada Senin (7/6/2021).

Ia pun memastikan bahwa Bali sudah dipastikan akan banyak golput saat itu.

"Bali pastikan 89,7 persen golput. Mohon perhatian," ujar dia.

Ia juga mempertanyakan serta mengusulkan agar Pemilu diundur.

"Kenapa harus Rabu? Apalagi itu Rabu Kliwon. Undur atau maju seminggu apa nggak bisa?" tanya dia.

Sebagaimana diketahui, Komisi II DPR RI, Pemerintah, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP resmi menyepakati jadwal pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2024 di tanggal 28 Februari.

"Pada rapat sesi pertama, telah disepakati beberapa hal, yakni hari-H Coblosan Pemilu Serentak 2024 adalah hari Rabu 28 Februari 2024. Hari-H Coblosan Pilkada Serentak 2024 adalah hari Rabu 27 November 2024," terang Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim kepada wartawan, Jumat (4/6/2021).

"Tahapan Pemilu Serentak 2024 dimulai 25 bulan sebelum Hari-H Coblosan (Januari 2022). Syarat pencalonan dalam Pilkada Serentak 2024 adalah hasil Pemilu DPRD Provinsi/Kab/Kota Pemilu 2024 (perolehan suara dan perolehan kursi Pemilu 2024)," sambungnya.[]