News

Pemilu Meksiko Berjalan Mencekam, TPS Dilempari Kepala Manusia hingga Granat!

Pemilu yang berlangsung di Meksiko tahun ini diwarnai oleh sejumlah aksi teror mengerika


Pemilu Meksiko Berjalan Mencekam, TPS Dilempari Kepala Manusia hingga Granat!
Seorang anggota Garda Nasional terus mengawasi adegan di mana penyerang tak dikenal meninggalkan kantong plastik dengan sisa-sisa manusia di dekat TPS Tijuana, Minggu (6/6) ( REUTERS/Jorge Duenes)

AKURAT.CO, Pemilihan umum yang berlangsung di Meksiko tahun ini diwarnai oleh sejumlah aksi teror mengerikan di mana warga nekat melempar potongan manusia hingga granat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Seperti diwartakan Reuters hingga Khaleejtimes, berbagai insiden itu terjadi saat warga Meksiko tengah memberikan suaranya dalam pemilihan pada Minggu (6/6) waktu setempat. Saat itu, alih-alih mendukung pemilihan, seorang pria melempar potongan kepala manusia ke TPS di kota perbatasan Tijuana. Pihak berwenang mengatakan pria itu melarikan diri, tetapi mereka tidak merinci apakah dia telah ditangkap. 

Beberapa jam kemudian, di tempat pemungutan suara lain di daerah yang sama, seorang pria meninggalkan kepala dan potongan tubuh manusia. Dikatakan pula bagaimana sisa-sisa tubuh manusia itu digeletakkan begitu saja di dalam kotak kayu di sebelah kotak suara. Kemudian di tempat pemungutan suara ketiga di TPS Tijuana, polisi menemukan potongan tubuh, termasuk tangan yang terbungkus plastik. 

Hingga kini, memang belum jelas apakah ketiga temuan potongan tubuh berkaitan satu sama lainnya. Namun, diketahui insiden ini datang setelah Tijuana menyaksikan teror di mana potongan-potongan tubuh manusia digantung di jembatan. 

Di waktu yang bersamaan, seseorang melemparkan granat tidak aktif ke tempat pemungutan suara di Negara Bagian Meksiko, kata pihak berwenang. Seorang pemilih, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bagaimana saat kejadian, warga langsung berhamburan. Namun, setelahnya, warga kembali tenang dan melanjutkan proses pemungutan suara.

"Orang-orang mengatakan bahwa mereka tetap akan memilih, dan bahwa mereka tidak akan bisa diintimidasi. Kejadian ini sangat buruk," kata sumber seraya menambahkan bahwa dia telah memberikan suaranya. 

Kekacauan juga dilaporkan telah menimpa proses pemungutan suara di Sinaloa. Di negara bagian ini, orang-orang bersenjata dilaporkan sampai merampok materi pemilu dari TPS. Sementara pada Sabtu (5/6), lima relawan pemilu disergap dan dibunuh di jalan pedesaan saat mengangkut bahan pemungutan suara, seperti diwartakan SkyNews. Lusinan TPS juga tidak bisa dibuka karena berbagai kerusuhan, termasuk di negara bagian selatan Oaxaca yang mengalami kerusakan hingga pencurian materi pemungutan suara.

Gelombang kekerasan telah meningkat bahkan sejak proses pemilihan baru dimulai September lalu, di mana 97 politisi kehilangan nyawa karena dibunuh.

Seorang kandidat dari partai oposisi sayap kiri Gerakan Warga, Erik Ulises Ramirez, tercatat menjadi salah satu target teror. Pada bulan lalu, Ramirez selamat dari upaya pembunuhan di Cocula. Sementara sebelumnya, dua sekutu Ramirez diculik, dipukuli, dan baru dibebaskan pada Minggu kemarin.

Hingga kini, belum jelas pesan apa yang ingin disampaikan oleh para pelaku teror tersebut. Sementara menurut analisis keamanan, teror mungkin berkaitan dengan perdagangan narkoba. Mengingat, di Meksiko, telah terjadi gelombang pertumpahan darah karena pemerintah mengerahkan tentara untuk memerangi kartel narkoba. Dalam kasus ini, yang meninggal bahkan telah mencapai hingga lebih dari 300 ribu orang.

Karena itulah, menurut analisis, kekerasan selama pemilu akhirnya meletus. Ini terutama terjadi di tingkat kota di mana geng berupaya memberikan tekanan untuk memengaruhi hasil pemilu dengan harapan mendapatkan kontrol lebih besar atas perdagangan narkoba dan kejahatan kriminal lainnya.

Pemilihan yang berlangsung di Meksiko memperebutkan 500 kursi di majelis rendah kongres, 15 jabatan gubernur, hingga ribuan wali kota maupun dewan kota.[]