Ekonomi

Pemilik Utang Terbesar di Dunia, Ini 5 Fakta Penting Perusahaan Properti China Evergrande

Evergrande yang sedang mengalami krisis berkepanjangan bisa mengakibatkan kegagalannya dalam membayar utang. 


Pemilik Utang Terbesar di Dunia, Ini 5 Fakta Penting Perusahaan Properti China Evergrande
Perusahaan Evergrande. (fintechs.fi)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, menyatakan bahwa utang perusahaan China, Evergrande, bisa memengaruhi perekonomian dunia. Pasalnya, perusahaan tersebut dinyatakan sedang mengalami krisis berkepanjangan yang bisa mengakibatkan kegagalannya dalam membayar utang. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait perusahaan Evergrande. 

1. Didirikan oleh orang terkaya

Sempat bernama Hengda Group, Evergrande kemudian resmi berdiri pada tahun 1996. Didirikan di Guangzhou oleh mantan orang terkaya di China, Xu Jiayin atau Hui Ka Yan dalam bahasa Kanton, kini perusahaan properti tersebut masuk ke dalam daftar Global 500 atau salah satu perusahaan terbesar di dunia. Sedangkan pada tahun 2009 lalu, perusahaan yang juga memiliki salah satu tim sepak bola terbesar di China, Guangzhou Evergrande, ini berhasil melantai di Bursa Saham Hong Kong dengan nilai mencapai USD 722 juta (kini sekitar Rp10 triliun). 

2. Buka 3,8 juta pekerjaan

Kini, perusahaan Evergrande telah mempekerjakan lebih dari 200 ribu orang dan berhasil membuka lebih dari 3,8 juta pekerjaan setiap tahunnya. Sedangkan bisnis propertinya tersebut tersebar di 280 kota di China dengan lebih dari 1,3 ribu proyek. Selain itu, perusahaan ini juga melebarkan sayapnya di berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik, taman hiburan, olahraga, hingga kuliner. Perusahaan ini juga sempat membuat sejumlah gebrakan dengan mendirikan stadion terbesar di dunia milik Guangzhou Evergrande hingga membuka Evergrande Fairyland atau disebut ‘Hawaii China’. 

3. Utang capai Rp4,2 ribu triliun

Belanja jor-joran Evergrande ini ternyata dibiayai dari hasil utang. Bahkan, perusahaan raksasa China ini memiliki total utang lebih dari Rp4,28 kuadriliun. Sedangkan Evergrande juga dijadwalkan untuk membayar utang senilai Rp1,42 triliun yang telah jatuh tempo pada akhir pekan ini. Bahkan, Evergrande juga disebut sebagai perusahaan yang paling banyak berutang, tidak ada perusahaan lain yang memiliki utang lebih besar dari Evergrande. 

4. Minta karyawan pinjamkan uang

Sejumlah fakta pun mulai terungkap satu per satu selama proses pengembangan jor-joran dari Evergande yang diketahui telah melenceng jauh dari bisnis intinya ini. Perusahaan ini bahkan memaksa keryawannya untuk meminjamkan uang dengan memberikan pilihan antara memberikan pinjaman kepada perusahan atau sama sekali tidak mendapatkan bonus. Secara keseluruhan sekitar 80 persen karyawan Evergrande yang diberikan pilihan tersebut. 

5. Ancaman ekonomi dunia, termasuk Indonesia

Kasus ini pun mencuri perhatian dunia. Pasalnya, Evergrande merupakan salah satu perusahaan konstruksi terbesar di China. Set dan jangkauannya yang luas di pasar global maupun domestik membuat perusahaan ini memiliki peran penting dalam ekonomi dunia. Kekhawatiran ini juga sempat diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. 

Banyak pengamat ekonomi global yang menyatakan bahwa kejadian ini mirip dengan kebangkrutan perusahaan bank Lehmann Brothers yang memicu krisis ekonomi global pada tahun 2008 lalu.[]