News

Pemilik Unggas Terancam Denda Rp10 Juta di KUHP Baru, Pengamat: Penuh Keajaiban

Pemilik Unggas Terancam Denda Rp10 Juta di KUHP Baru, Pengamat: Penuh Keajaiban
Petugas memberi makan unggas jenis Nuri di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, Sabtu (9/5/2020). Perawatan satwa pada tempat tersebut tidak berdampak pada merebaknya wabah COVID-19 yang melanda seluruh dunia. (AKURAT.CO/Dharma WIjayanto)

AKURAT.CO 

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru disahkan, Selasa (6/12/2022) lalu, juga mengatur tentang unggas. 

Aturan ini memungkinkan adanya denda hingga Rp10 juta bagi para pemilik unggas yang tak bisa menjaga peliharaannya dengan baik.

baca juga:

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyebut aturan itu terlalu mengada-ngada.

"Penuh keajaiban," ujar Jerry Massie Jerry Massie kepada AKURAT.CO, Jumat (9/12/2022).

Selain berat sebelah, menurut Jerry, aturan tersebut mendiskreditkan pemilik unggas. 

"Ini berat (untuk) orang di kampung yang punya ayam. Kalau pejabat negara dan anggota dan pimpinan DPR barangkali tak punya ayam jadi tak masalah," ucapnya.

Karena itu, Jerry berharap DPR bisa mempertimbangkan aspirasi dan kritikan yang ada.

"Bagaimana lagi kalau anak kecil nangis karena sakit apakah tetangga melaporkan si anak kecil atau bayi masuk penjara," cetus dia. 

Setidaknya ada dua jenis hukum yang diberikan kepada pemilik hewan ternaik terkait pelanggaran memasuki pekarangan rumah orang lain secara sembaarang,  yaitu pemberian denda atau penyitaan

Penjelasan mengenai denda ini terdapat pada pasal 278 dan 279 KUHP. 

"Setiap orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tanaman milik orang lain yang menimbulkan kerugian dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II," tulis Pasal 278 KUHP.

Soal denda kategori II selanjutnya dijelaskan pada ayat 1 Pasal 79 UU KUHP. 

Jika seseorang melakukan pelanggaran pada denda kategori II, maka akan dikenai denda hingga Rp10 juta.

Selanjutnya aturan itu juga menjelaskan unggas yang masuk pekarangan rumah orang lain secara sembarangan tersebut bisa kena sita.[]