News

Pemerintah Ukraina: Sekitar 13.000 Tentara Ukraina Tewas sejak Invasi Rusia

Pemerintah Ukraina: Sekitar 13.000 Tentara Ukraina Tewas sejak Invasi Rusia
Para teman dan kerabat menghadiri upacara pemakaman Mark Bobrovytsky (59), Halyna Bobrovytskyi (59), dan Maksym Bobrovytsky (25), di Borodyanka, Ukriane pada 23 April. Pemerintah Ukraina menyebutkan setidaknya 13.000 tentaranya tewas selama invasi Rusia. (UPI/Ken Cedeno)

AKURAT.CO Seorang pejabat tinggi Ukraina mengungkapkan bahwa setidaknya 13 ribu tentara Ukraina gugur sejak invasi yang dilakukan Rusia dari bulan Februari lalu. Laporan lain menyebutkan jumlah tentara yang tewas mencapai lebih dari angka tersebut. 

Melansir UPI, Mykhailo Podolyak yang merupakan seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan kepada media lokal setempat bahwa perkiraan resmi dari presiden dan staf umum menunjukkan jumlah tentara yang tewas dalam pertempuran melawan Rusia yakni antara 10 ribu hingga 13 ribu jiwa.

Sementara itu, Jenderal AS Mark Milley melaporkan pada Bulan November lalu, sekitar 100 ribu tentara Ukraina telah tewas bersama 100 ribu tentara Rusia lainnya semenjak perang dimulai. Pada Rabu (30/11), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sempat membenarkan angka perkiraan Jenderal AS tersebut, sebelum akhirnya ia menarik kembali pernyataannya dan meyakini bahwa angka tersebut adalah akumulasi tentara yang tewas dan terluka.

baca juga:

Di medan perang, Gubernur wilayah Kherson Yaroslav Yanushevych mengungkapkan bahwa penembakan Rusia telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dalam kurun 24 jam terakhir. Ia menambahkan serangan pasukan Moskow melanda 42 kali di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia bersedia berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang yang terjadi. Menanggapi hal tersebut, pejabat Kremlin mengungkapkan bahwa penolakan pemerintahan Biden untuk mengakui tanah yang diklaim telah dicaplok dalam perang adalah sebagai bagian dari Rusia mempersulit dialog tersebut. []