News

Pemerintah Tetap Gunakan Pendekatan Humanis Di Papua

Pemerintah Tetap Gunakan Pendekatan Humanis Di Papua
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Akurat.co/Andoy)

AKURAT.CO Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan bahwa pemerintah tetap memilih untuk menerapkan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Tanah Papua.

"Kita kan sudah menganut bahwa pendekatan kita itu pendekatan yang humanis dan berbasis teritorial, juga penyadaran kepada masyarakat untuk menjadi bagian dari NKRI. Dan selama ini memang sudah dilakukan," kata Wapres di Pangkalan TNI AU Manuhua, Biak Numfor, Jumat (2/12/2022).

Wapres menyelesaikan kunjungan kerjanya ke empat provinsi dan lima kabupaten di Bumi Cenderawasih sejak Rabu (28/11/2022).

baca juga:

Sementara itu, menanggapi insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (30/11/2022), Wapres mengatakan, pemerintah akan memberikan tindakan tegas dan terukur sebagai upaya penegakan hukum.

"Walaupun masih ada penembakan seperti itu, sebenarnya sumbernya dari segi frekuensinya sudah menurun. Karena itu, langkah kita adalah mencari mereka yang melakukan penembakan untuk dilakukan penegakan hukum," jelas Wapres.

Meski memilih untuk menggunakan pendekatan humanis, sanksi tegas tetap diberlakukan terhadap adanya pelanggaran hukum.

"Sebenarnya ada penurunan peristiwa dibandingkan dengan yang dulu dan juga memang yang terkena tembak itu dalam rangka misi ya, misi kesehatan, misi-misi kesejahteraan. Jadi salah satu akarnya itu untuk kesejahteraan. Kalau pun ada dari TNI atau polisi yang melakukan pelanggaran, ya ditindak juga. Jadi mereka ditindak. Misalnya, seperti kemarin ada yang diduga mutilasi, ditegakkan, penegakan hukum itu yang dilakukan karena kita ingin memberikan kepercayaan," Wapres memaparkan, seperti diberitakan Antara.

Sebelumnya, sejumlah orang tak dikenal (OTK) mencegat dan menembaki personel Satgas Ops Damai Cartenz yang sedang berpatroli. Penembakan terjadi di Jembatan 2, Jalan Poros Logpon KM 7, Yahukimo, sekitar pukul 16.40 WIT.

Personel Satgas Ops Damai Cartenz, Bripda Gilang, meninggal dunia dengan luka tembak di bagian pipi bawah, sementara Briptu Fazuarsyah terkena tembak di bagian punggung kiri dan Bripda Dona Bagaskara terkena peluru di punggung.