Ekonomi

Pemerintah Targetkan 2 Juta Motor Listrik di Tahun 2025

Pemerintah Targetkan 2 Juta Motor Listrik di Tahun 2025
Petugas memarkirkan sepeda motor listrik di tempat pengecasan baterai motor listrik di Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta, Kamis (13/12/2018). Dalam upaya mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, Pemprov DKI mulai menggunakan motor listrik di beberapa titik. Yakni Monumen Nasional (Monas), Taman Margasatwa Ragunan, dan Dinas Teknis Jati Baru sebagai bentuk mengurangi polusi udara perkotaan. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung upaya percepatan transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik yang dimulai dari sepeda motor. Budi mengungkap pemerintah menargetkan sebanyak 2 (dua) juta sepeda motor listrik di Indonesia pada tahun 2025.

Hal ini disampaikannya saat hadir dalam acara diskusi kelompok terpumpun atau FGD bertajuk "B20 Side-Event Ready to e-Move: Menuju Pencapaian Target Presiden 2 Juta Sepeda Motor Listrik di Indonesia", yang diselenggarakan Staf Khusus Presiden (SKP), Diaz Hendropriyono, di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

"Jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia sekitar 133 juta lebih. Sekarang ada 5 juta permintaan setahun, bahkan sebelum pandemi ada 10 juta. Jadi pasarnya banyak sekali dan ini bisa menjadi game changer yang bisa mempercepat transisi ini," jelas Budi dalam keterangan resmi, Rabu (5/10/2022).

baca juga:

Budi mengungkapkan negara-negara di dunia telah sepakat untuk menurunkan kadar emisi sebesar 29 persen di tahun 2030 dan zero emisi di tahun 2060 dan hal tersebut bukanlah target yang ringan.

"Namun saya meyakini ada suatu equilibrium (titik keseimbangan baru) yang datang lebih cepat dengan adanya sinergi dan kolaborasi dari pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri dan masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, tiga hal utama yang harus diperhatikan dan terus ditingkatkan adalah pertama, yaitu kualitas baterai, memperbanyak stasiun pengisian atau tempat penggantian baterai yang bisa didapatkan dengan mudah, kualitas mesin dari kendaraan listrik.

Semakin banyak pengguna sepeda motor listrik selain menyehatkan bumi dari polusi udara, juga diharapkan dapat membantu mengurangi subsidi energi BBM yang mencapai Rp502 Triliun.

"Kita harapkan subsidi ini akan berkurang seiring dengan semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik. Uang yang tadinya untuk subsidi BBM, bisa kita gunakan untuk membangun bangsa ini," tutur Budi.

Menhub mengapresiasi upaya yang dilakukan SKP Diaz Hendropriyono bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk mendorong percepatan implementasi penggunaan kendaran listrik secara massal di Indonesia.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi