Ekonomi

Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Bakal Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Bakal Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Suasana di SPBU-Jakarta Tendean usai pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM Subsidi pada hari ini, Sabtu (3/9/2022) (Akurat.co/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tutuka Ariadji mengatakan pihaknya akhiirnya menambah kuota Pertalite dan solar subsidi.

Dengan begitu, kuota Pertalite ditambah sebanyak 6,86 juta kiloliter (KL) dari sebelumnya 23,05 juta KL menjadi 29,91 juta KL. Sementara, kuota solar subsidi ditambah sebanyak 2,73 juta KL sehingga meningkat dari sebelumnya 15,1 juta KL menjadi 17,83 juta KL.

Tutuka menganggap, jumlah ini akan mencukupi kebutuhan masyarakat sampai dengan akhir tahun.

baca juga:

Hal senada juga disampaikan Kepala BPH Migas Erika Retnowati. Ia mengungkapkan penambahan kuota ini terkait beberapa waktu lalu sempat terjadi kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan BBM di wilayah masing-masing yang diproyeksikan akan habis di bulan Oktober untuk JBKP Pertalite dan di bulan November untuk JBT Solar.

"Kami telah menugaskan Badan Usaha Penugasan dalam hal ini adalah PT Pertamina (Persero) dan PT AKR Corporindo untuk mendistribusikan BBM sesuai dengan kuota yang sudah ditetapkan.  Pemerintah terus menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," tegas Erika.

Penambahan kuota BBM jenis Pertalite dan solar subsidi disambut positif oleh PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sebagai Badan Usaha yang mendapat penugasan pendistribusian BBM subsidi, hal ini memberikan kepastian ketersediaan BBM Subsidi untuk masyarakat yang berhak.

"Hal ini tentu saja menjadi berita yang baik untuk masyarakat, tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan pertalite dan solar, penambahan ini diharapkan akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.

Sebagai informasi, sampai tanggal 30 September 2022 (unverified), realisasi solar subsidi sudah mencapai 85,81% atau sebesar 12,96 Juta KL dari kuota 15,10 Juta KL, sedangkan pertalite sebanyak 95,32% atau sebesar 21,97 Juta KL dari kuota 23,05 Juta KL.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi