Ekonomi

Pemerintah Siap Lanjutkan Insentif untuk Industri Tekstil

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggulirkan program insentif pemotongan pembelian harga mesin Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT).


Pemerintah Siap Lanjutkan Insentif untuk Industri Tekstil
Illustrasi (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggulirkan program insentif pemotongan pembelian harga mesin Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Stimulus tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri tersebut.

"Pemberian insentif ini merupakan stimulus bagi perusahaan, supaya menggunakan mesin dan peralatan lebih modern, efisien, hemat energi serta lebih ramah lingkungan. Sampai saat ini, terdapat sepuluh perusahaan yang telah disetujui untuk memanfaatkan program ini melalui Perjanjian Pemberian Penggantian Potongan Harga (P4H)," kata Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Elis Masitoh di Jakarta, kemarin.

Pada 2022, anggaran Kemenperin untuk pemberian insentif potongan harga mesin adalah Rp5 Miliar. Hingga 27 Juni 2022, pihaknya telah menyetujui potongan bagi 10 perusahaan yang telah menstimulus investasi mesin baru dari industri sebesar Rp53,9 miliar. 

baca juga:

Total potongan harga yang diberikan sebesar Rp3,07 miliar, sehingga masih tersisa anggaran sebesar Rp1,93 miliar yang rencananya akan direalisasikan pada Juli 2022.

Elis mengatakan 10 perusahaan penerima program ini telah dilakukan verifikasi dokumen dan legalitas oleh Lembaga Pengelola Operasional Program (LPOP), verifikasi kelayakan usaha, kewajaran harga mesin/peralatan, kewajaran kronologi dokumen pembelian dan pembayaran serta verifikasi lapangan oleh Lembaga Penilai Independen (LPI).

Kemudian dibahas Rapat Tim teknis (RTT) I dan II yang dihadiri anggota tim teknis dari berbagai Kementerian/Lembaga, Dinas Perindustrian Daerah, perwakilan asosiasi dan para tenaga ahli di bidang tekstil.

Ia menambahkan, pishaknya akan terus melanjutkan program restrukturisasi mesin pada 2023 dengan alokasi anggaran sebesar Rp7 miliar.

"Saya berharap program ini dapat menjadi sinyal positif untuk investasi mesin atau peralatan dalam rangka peningkatan produktivitas dan daya saing industri. Semoga perusahaan yang mendapatkan insentif dalam program ini dapat terus survive dalam persaingan global dan industri tekstil semakin berjaya," ucapnya

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi