Ekonomi

Pemerintah Sebut Ada 2.500 UMKM Perikanan yang Berdaya Saing, Seperti Apa?

Kementerian KKP menyatakan selama periode Maret-Agustus 2021, ada sebanyak lebih dari 2.500 UMKM perikanan yang semakin berdaya saing


Pemerintah Sebut Ada 2.500 UMKM Perikanan yang Berdaya Saing, Seperti Apa?
Penjual ikan segar saat menjajakan dagangannya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan selama periode Maret-Agustus 2021, sudah ada sebanyak lebih dari 2.500 UMKM perikanan yang semakin berdaya saing karena telah didampingi oleh tenaga pendamping usaha (TPU) dari KKP.

"Mereka kami dampingi usahanya, termasuk dalam aspek manajemen keuangan," terang Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Artati juga menyebutkan bahwa pendampingan tersebut sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021.

Dari hasil riset tersebut, lanjutnya, terungkap bahwa bentuk dukungan atau insentif yang paling diharapkan mayoritas pelaku usaha adalah pembiayaan usaha (69,02 persen) dan kemudahan pengajuan pinjaman (17,21 persen), selain keringanan listrik dan pajak.

Artati menyatakan bahwa realisasi KUR sektor kelautan dan perikanan terus tumbuh positif, yaitu selama lima tahun terakhir (2016-2020) pertumbuhan nilai KUR meningkat hingga 53,27 persen.

Dikatakannya, realisasi KUR sampai dengan Agustus 2021 telah mencapai Rp5,11 triliun yang disalurkan kepada 150.492 pelaku usaha.

"Capaian ini mendekati target nilai pembiayaan usaha sektor KP sebesar Rp 5,5 triliun," paparnya.

Selain Kredit Usaha Rakyat, dirinya juga mengingatkan bahwa Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Sebagaimana yang sudah diketahui, pada tahun 2022, KKP akan menambah jumlah dan sebaran TPU menjadi 77 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.