News

Pemerintah Perketat Kedatangan WNA, Antara Lain dari AS dan Turki

Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Panjaitan mengatakan pengetatan dilakukan terutama terhadap WNA dari negara dengan kasus Covid-19 tinggi.


Pemerintah Perketat Kedatangan WNA, Antara Lain dari AS dan Turki
Koordinator PPKM Jawa Bali yang juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Screenshoot video YouTube Sekretariat Presiden)

AKURAT.CO, Pemerintah tetap memperketat aturan kedatangan orang asing ke Indonesia. Pengetatan dilakukan terutama terhadap kedatangan warga negara asing (WNA) dari negara dengan kasus Covid-19 tinggi.

"Kedatangan orang asing juga kami lakukan pengetatan untuk orang dari daerah-daerah yang kita anggap punya kecenderungan tinggi atau level 4 istilah kita," kata Koordinator PPKM Jawa Bali yang juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers, Senin (27/9/2021).

Luhut menyebut negara dengan kasus Covid tinggi seperti Amerika Serikat dan Turki. Begitu tiba di Indonesia, para WNA dari negara-negara tersebut akan dilakukan karantina selama 8 hari. 

"Proses karantina selama delapan hari tetap kita lakukan karena hasil dari epidmiolog dua hari sudah kelihatan reaksi kalau dia kena varian Delta, kita masih cukup ok mengenai itu," kata Luhut. 

Dikatakan Luhut, aturan karantina selama 8 hari tetap diberlakukan karena bisa mengetahui apakah WNA dari negara-negara dengan kasus Covid rendah seperti Arab Saudi yang datang ke Indonesia tertular Covid atau tidak.

"Dari Saudi Arabia juga tingkat di sana rendah jadi dalam perjalanan kena, itu langsung kita bawa di karantina. Jadi sekarang tidak diperiksa di airport jadi di karantina," ucap Luhut.

Selain itu Luhut mengatakan penerbangan kedatangan dari luar negeri juga diatur supaya tidak terjadi penumpukan dan hal hal lainnya di bandara.

"Jadi detail kami periksa setiap dua kali dalam satu minggu soal detail-detail ini," demikian kata Luhut.[]