Ekonomi

Pemerintah Pede Target Penerimaan Pajak Hingga Akhir Tahun Rp1.485 Triliun

secara umum kinerja penerimaan pajak dari Januari hingga April 2022 ditopang oleh kenaikan komoditas sejak tahun 2021


Pemerintah Pede Target Penerimaan Pajak Hingga Akhir Tahun Rp1.485 Triliun
Ilustrasi penerimaan pajak (AKURAT.CO/Sopian )

AKURAT.CO, Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Ihsan Priyawibawa mengklaim optimis akan menargetkan penerimaan pajak akhir tahun 2022 mencapai Rp1.450 triliun hingga Rp1.485 triliun.

“ Target penerimaan pajak akhir tahun ini mencapai Rp1.450 triliun hingga Rp1.485 triliun, sedangkan target APBN Rp1.265 triliun,” tutur Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Ihsan Priyawibawa, media briefing Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (27/8/22).

Untuk mencapai tersebut, dibutuhkan kegiatan prioritas seperti pengawasan pembayaran masa, yaitu pengawasan pembayaran dan pelaporan, dinamisasi angsuran masa, pengawasan pemberian fasilitas, ekstensifikasi, pengawasan PMSE.

baca juga:

“Kegiatan prioritas lainnya, pengujian kepatuhan material antara lain pengawasan kebenaran material pelaporan dan pembayaran, pemerikaan dan penagihan, penegakan hukum,” ucapnya.

Adapun secara umum kinerja penerimaan pajak dari Januari hingga April 2022 ditopang oleh kenaikan komoditas sejak tahun 2021, pemulihan ekonomi, serta dampak kebijakan phasing out insentif fiskal dan PPS.

“ Untuk PPh 21 berkontribusi sebesar 10,3 persen dengan kinerja kumulatif 26,3 persen, PPh 21 tumbuh karena pergeseran sebagian pembayaran THR. Kemudiaan PPh 22 impor kontribusi 4,3 persen kinerja kumulatif 172,8 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan adanya lonjakan PPh Badan Tahunan seiring dengan jatuh tempo penyampaian SPT Tahunan Badan karena meningkatnya profitabilitas tahun 2021 yang didorong oleh peningkatan harga komoditas dan pemulihan ekonomi.

“ PPh Final tumbuh karena PPS. Sementara PPN DN tumbuh sejalan dengan persiapan Ramadan dan IdulFitri serta menjelang kenaikan tarif per 1 April. Pajak-pajak impor juga meningkat menjelang untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Idulfitri,” jelasnya.

Ia memaparkan industri pengolahan berkontribusi 30,2 persen dengan kumulatif sebesar 50,6 persen, perdagangan berkontribusi 22,6 persen dan secara kumulatif 63,1 persen, jasa keuangan dan asuransi kontribusi 12,2 persen secara kumulatif 24,3 persen.