Ekonomi

Pemerintah Pastikan Akan Hati-hati Menaikkan Cukai Tembakau, Ini Penyebabnya


Pemerintah Pastikan Akan Hati-hati Menaikkan Cukai Tembakau, Ini Penyebabnya
Kepala Subdirektorat Tarif Cukai dan Dasar DJBC Sunaryo saat menjadi pembicara dalam diskusi Akurat Solusi di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (30/8/2020). Diskusi ini mengambil tema 'Rasionalitas Target Cukai 2021'. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sunaryo memastikan pemerintah berhati-hati dalam membuat kebijakan terkait kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) di tahun 2021. Hal ini agar penerimaan cukai semakin optimal dan mencegah penurunan produksi rokok.

"Yang perlu kami sampaikan kemudian titik optimum sudah terlampaui oleh karenanya kita harus hati-hati betul dalam membuat policy 2021 sehingga optimum untuk bauran kebijakan," ujarnya dalam Webinar Akurat Solusi bertemakan 'Rasionalitas Target Cukai 2021' yang digelar Akurat.co, Minggu (30/8/2020). 

Meski diakui dengan kebijakan kenaikan tarif CHT yang diterapkan sejak Januari 2020, diprediksi kinerja cukai dari produksi rokok maupun penerimaannya mengalami penurunan sebesar 16 persen hingga akhir tahun 2020.

"September 2019 kami prediksi dengan kebijakan yang baru itu turun 11%. Jadi ketika survei kita sampai akhir tahun turun 16 persen selisih nya karena Covid-19," lanjutnya.

Disisi lain, dengan kebijakan kenaikan CHT, pemerintah juga berupaya mencegah semakin turunnya produksi rokok. Sebab, setiap 1 % penurunan produksi rokok legal, akan berdampak pada peningkatan produksi rokok ilegal sebesar 8 %.

"Karena yang 1% turun legal itu kan rokok mahal mahal masuk ke rokok yang murah. Itu yang harus dipertimbangkan," ungkapnya.

Sehingga, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan jumlah peredaran rokok ilegal.

Seperti diketahui, Pemerintah memastikan tahun depan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok akan naik sebesar Rp172,8 triliun, naik 4,8 persen dari target tahun ini sebesar Rp164,9 triliun. Kenaikan tarif ini akan diumumkan pada akhir bulan September 2020 nanti. 

Kenaikan tarif cukai rokok sejalan dengan target penerimaan akhir 2021. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBN) 2021, Kemenkeu mematok penerimaan cukai sebesar Rp 178,5 triliun.

Jumlah tersebut naik 3,6 persen year on year (yoy) dibanding outlook akhir tahun ini yang mencapai Rp 172,2 triliun.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu