Ekonomi

Pemerintah Pasang Target Ambisius, Pengamat: Apa Tidak Mengada-ada!


Pemerintah Pasang Target Ambisius, Pengamat: Apa Tidak Mengada-ada!
Illustrasi Wisatawan Mancanegara (smart money)

AKURAT.CO, Pemerintah menargetkan untuk menaikkan pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata. Pasalnya, sektor pariwisata menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mendulang devisa negara.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa pemerintah sudah mematok pendapatan devisa mencapai angka USD16,7 miliar. Hal itu sangat mungkin, mengingat kebutuhan akan liburan menjadi sangat penting bagi kalangan milenial. 

"Kita lalukan langkah bersama yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pariwisata dimana tahun ini adalah target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan target USD17, 6 miliar,"katanya di Jakarta (20/3/2019).

Menanggapi hal itu, Ekonom Institute for Devopment on Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adinegara menyatakan target 20 juta pengunjung terlalu overshoot. Bhima pun mempertanyakan apakah target tersebut tidak terlalu mengada-ada. Terlebih bila ditelisik mendalam, negara kita baru saja diguncang beberapa bencana termasuk di Bali, Lombok dan Tanjung Lesung di Banten. 

"Targetnya masih overshoot kalau 20 juta kunjungan. Baru-baru ini Lombok sebagai destinasi utama selain Bali masih diguncang gempa bumi. Beberapa objek wisata lain terkena longsor," ujar Bhima ketika dihubungi di Jakarta (20/3/2019).

Faktor Pemilu juga membuat wisman menunda kunjungan. Selain itu, terorisme yang terjadi dibeberapa belahan dunia termasuk Indonesia misalnya bom Sibolga juga turut berpengaruh negatif terhadap jumlah wisatawan mancanegara tahun ini.

Oleh karena itu, menurutnya dengan target yang begitu ambisius maka yang paling penting adalah meningkatkan fasilitas dan infrastruktur. Terutama mempercantik tempat-tempat pariwisata sehingga menarik untuk dikunjungi.[]