Ekonomi

Pemerintah Optimis Kontribusi EBT Panas Bumi Capai 3.350 MW di 10 Tahun Mendatang

Kementerian ESDM: Saya kira ini jumlah yang sangat besar kalau untuk sisi panas bumi. Karena kita dalam 40 tahun terakhir, baru berhasil di 2.300 MW.


Pemerintah Optimis Kontribusi EBT Panas Bumi Capai 3.350 MW di 10 Tahun Mendatang
Pembangkit listrik tenaga panas bumi Nesjavellir di Islandia. Pemerintah Indonesia optimis sektor energi panas bumi diharapkan dapat berkontribusi menambah daya listrik sebesar 3.350 Megawatt pada 10 tahun kedepan (GRETAR ÍVARSSON)

AKURAT.CO, Beragam sumber daya alam dapat dijadikan sebagai energi baru terbarukan (EBT). Salah satu EBT yang terus didorong pemerintah ialah energi panas bumi.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan sektor energi panas bumi diharapkan dapat berkontribusi menambah daya listrik sebesar 3.350 Megawatt pada 10 tahun kedepan di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

“Saya kira ini jumlah yang sangat besar kalau untuk sisi panas bumi. Karena kita dalam 40 tahun terakhir, sejak panas bumi ada di Indonesia di tahun 80-an, kita baru berhasil di 2.300 MW,” kata Dadan Kusdiana dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 secara virtual, Rabu (26/1/2022).

baca juga:

Kendati demikian, Dadan menilai proyek pengembangan EBT ini tidak dikerjakan dalam waktu singkat, melainkan butuh waktu antara 2 hingga 3 tahun pengerjaan lapangan.

“Barangkali bisa 2-3 tahun projek persiapannya, baru setelah itu dilakukan pengeboran untuk eksploitasinya,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa selain energi panas matahari, Indonesia juga memiliki beragam potensi EBT, seperti bio energi. Mengingat mayoritas area di Indonesia berbentuk pertanian, membuat kontur tanah yang subur dan secara potensi sangat baik dan bisa dikembangkan.

“Sehingga selain surya, sebetulnya PLT bio energi pun punya potensi yang sangat luas untuk dikembangkan secara massal di dalam negeri,” kata dia.

Kata Dadan, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas listrik sebesar 600 Mw dalam kurun waktu 9-10 tahun kedepan.

Secara rinci dari sisi pengembangan bio energi, terdapat berapa hal menarik di lihat baik dari sisi pengembangan maupun dari sisi pengusahaan. Tercatat kebutuhan alokasi bio diesel di 2022 menjadi 10,1 juta kiloliter (KL). Sedangkan di tahun lalu, sektor bio diesel berada di angks 9,3 juta KL. “Jadi ada kenaikan besar dari sisi outlookndari sisi rencana pemanfaatan di 2022,” imbuhnya.

Menurut dia, hal itu turut berdampak positif bagi para petani, khususnya petami sawit. Sebab dengan program sinergi dengan berbagai pihak dapat meningkatkan harga sawit.

“Dan ini pada ujungnya juga meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Dadan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap sejumlah potensi investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan potensi pertama yang dapat dimanfaatkan untuk berinvestasi adalah dengan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap (PLTS Atap).

“Jadi ini PLTS tapi di pasang di atap. Diasang oleh konsumen, bukan badan usaha,” kata Dadan Kusdiana dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 secara virtual, Rabu (26/1/2022).

Ia menambahkan jika yang hendak memasang PLTS merupakan pelanggan PLN, maka harus dipasangkan oleh PLN itu sendiri. Hal itu supaya pelanggan PLTS tidak bisa menjual listrik tersebut ke konsumen lainnya.

Selain PLTS Atap skala kecil, pemerintah juga mengembangkan PLTS berskala besar yang nantinya akan dimanfaatkan secara luas untuk masyarakat. Pemerintah telah menyiapkan satu proyek PLTS terapung yang saat ini dibangun di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat. PLTS itu nantinya akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 145 Megawatt.[]