News

Pemerintah Malaysia Ingin Berlakukan Larangan Transgender Masuk Masjid, Ini Alasannya

Larangan ini telah resmi diberlakukan di negara bagian Perlis.


Pemerintah Malaysia Ingin Berlakukan Larangan Transgender Masuk Masjid, Ini Alasannya
Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Ahmad Marzuk Shaary. (Foto: The Star) ()

AKURAT.CO Pemerintah Malaysia tengah mencari cara untuk meniru negara bagian Perlis dalam melarang mukhannath atau transgender memasuki masjid di Wilayah Federal.

Dilansir dari The Star, komite fatwa negara bagian Perlis telah menyatakan bahwa lelaki yang berpenampilan seperti perempuan, seperti cross-dresser atau transgender, dilarang masuk masjid jika tidak berpenampilan sesuai gendernya. Alasannya, mereka akan mengganggu suasana peribadahan di masjid.

Keputusan ini dibuat dalam rapat komite pada 23 dan 24 Juni serta diunggah di laman departemen mufti Perlis.

Wakil Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Datuk Ahmad Marzuk Shaary pun membenarkan tindakan otoritas agama di Perlis. Ia beralasan keputusan mereka tepat demi menjaga kesucian masjid dan menghindari kebingungan di kalangan masyarakat.

"Saya berbicara dalam konteks Wilayah Federal karena itulah yurisdiksi kami. Untuk negara bagian lain, terserah otoritas agama masing-masing. Jika kami ingin mendorong negara bagian lain untuk mengikuti Perlis, kami harus melihat keseriusan kasus yang terjadi di sana," ungkapnya.

Menurutnya, keputusan Perlis patut dicontoh karena sangat tidak pantas bagi lelaki masuk ke bagian Muslimah di masjid.

"Itu akan mengganggu privasi mereka. Tapi jika mereka datang ke masjid untuk bertaubat, itu tidak apa-apa," imbuhnya.

Baca Juga: Pemerintah Malaysia Adakan Program 'Penyembuhan' LGBTQ, 1.733 Orang Dikirim ke Kamp Ibadah

Namun, Ahmad Marzuk mengungkapkan kalau sejauh ini pihaknya belum menerima informasi atau laporan mengenai waria di masjid-masjid.[]