News

Pemerintah Malaysia Adakan Program 'Penyembuhan' LGBTQ, 1.733 Orang Dikirim ke Kamp Ibadah

Mereka diberi bimbingan pengetahuan Fardhu Ain serta kesadaran terkait kesehatan, khususnya tentang HIV.


Pemerintah Malaysia Adakan Program 'Penyembuhan' LGBTQ, 1.733 Orang Dikirim ke Kamp Ibadah
Melalui pendekatan religius, diharapkan komunitas LGBTQ dapat kembali ke kodratnya. (Foto: Bharian.com.my) ()

AKURAT.CO Malaysia punya pandangan miring terhadap masalah kaum LGBTQ. Otoritas pun berkomitmen untuk 'membina' mereka kembali ke 'kodratnya'. Salah satu caranya adalah dengan mengirim kaum LGBTQ ke Kamp Ibadah Departemen Pembangunan Islam Malaysia (JAKIM).

Berdasarkan pernyataan tertulis Perdana Menteri Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob pada Pertemuan Pertama Periode Keempat Sidang Parlemen ke-14, 1.733 orang yang diduga LGBTQ telah dikirim ke kamp ibadah JAKIM tahun ini untuk direhabilitasi per Juni 2021.

"Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membimbing dan menanamkan kesadaran spiritual kepada kaum LGBTQ melalui pendekatan religius, untuk memberikan paparan dan bimbingan pengetahuan Fardhu Ain serta kesadaran terkait kesehatan, khususnya tentang HIV.

"Hingga Juni 2021, sebanyak 1.733 peserta dari kalangan LGBTQ telah mengikuti Program JAKIM Mukhayyam bekerja sama dengan Departemen Agama Islam Negara Bagian dan lembaga seperti Kementerian Kesehatan Malaysia (Kemenkes) serta Dewan Agama Islam dan Pusat Zakat. Selain itu, telah berhasil didirikan 12 LSM Komunitas Hirah di kalangan komunitas LGBTQ yang beragama Islam," tulisnya.

Menurut Ismail Sabri, karena Malaysia melekatkan Islam pada Federasi, setiap individu yang melanggar hukum tersebut akan ditindak.

"Namun, pada saat yang sama, mereka harus dibina dengan cara yang paling bijaksana dan diberikan kesadaran untuk kembali ke jalan yang benar. Pemerintah juga berharap semua pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta termasuk masyarakat umum, ikut mengajak dan membimbing para LGBTQ ini kembali ke kodratnya. Harapannya, mereka dapat mengubah diri mereka sendiri," pungkasnya.[]