Ekonomi

Pemerintah Kantongi Rp4 Triliun dari Program Tax Amnesty Jilid II Hingga 23 Maret 2022

Pemerintah Kantongi Rp4 Triliun dari Program Tax Amnesty Jilid II Hingga 23 Maret 2022
Ilustrasi Pajak (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Direktorat Jenderal Pajak mencatat ada sebanyak 26.860 wajib pajak yang ikut Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau Tax Amnesty jilid II serta memperoleh 30.521 surat keterangan. Data tersebut terhitung hingga 23 Maret 2022.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan program pengungkapan sukarela sampai dengan hari ini lebih dari 26 ribu peserta yang ikut dan jumlah pajak yang diterima, pajak penghasilan (PPh) final hampir Rp4 triliun.

“(Jumlah pajak yang diterima) Rp3,99 triliun. tadi pagi,” kata Suryo Utomo dalam acara Spectaxculer yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Rabu (23/3/2022).

baca juga:

Sementara jumlah wajib pajak (WP) yang sudah melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) hingga Selasa (22/3/2022) hampir mencapai 8 juta orang.

“Hampir 8 juta yang sudah kami kumpulkan. Batas waktu akhir penyampaian adalah tanggal 31. Jadi tinggal 8 hari dengan hari ini,” katanya.

Lebih lanjut program pengungkapan sukarela berlangsung terbatas, yakni hanya 6 bulan terhitung mulai 1 Januari hingga 30 Juni 2022. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran masyarakat akan kewajibannya membayar pajak.

“Dan harapannya program ini hanya singkat dan perlu untuk segera dimanfaatkan. Banyak manfaat kelebihan yang diberikan dan kemudahan yang kita berikan,” tuturnya.

Tercatat total nilai aset yang diungkapkan peserta sejauh ini mencapai Rp33,8 triliun. Dari jumlah tersebut, diketahui bahwa 6,9 persen di antaranya merupakan aset yang berada di luar negeri.

Jumlah tersebut merupakan deklarasi dalam negeri dan repatriasi. Wajib pajak berkesempatan memperoleh tarif khusus jika mengungkapkan hartanya dalam PPS atau skema yang sama dengan tax amnesty jilid I. Terdapat pula harta yang diinvestasikan mencapai Rp2,4 triliun atau 6,2 persen dari total harta.

Adapun, PPS dilakukan secara online melalui akun wajib pajak di situs https://djponline.pajak.go.id/account/login dalam jangka waktu 24 jam sehari dan 7 hari seminggu dengan standar WIB.

Peserta PPS memiliki pilihan untuk menempatkan investasinya di SBN atau secara langsung ke perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi sumber daya alam atau energi baru dan terbarukan (EBT).[]