Ekonomi

Pemerintah Janji Siapkan Solusi Masalah Kesulitan Pakan yang Hantui Peternak, Caranya?

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Mendag mengatakan bakal memecahkan persoalan para peternak mandiri yang mengalami kesulitan pakan akibat pandemi


Pemerintah Janji Siapkan Solusi Masalah Kesulitan Pakan yang Hantui Peternak, Caranya?
Peternak kerbau lokal saat memandikan hewan ternak di aliran sungai Cipamingkis, Jonggol, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bakal memecahkan persoalan para peternak mandiri yang mengalami kesulitan pakan akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan. Diantaranya adalah mendekatkan distribusi pakan ternak khusus jagung dari sejumlah sentra di wilayah produksi lain.

"Sesuai petunjuk Bapak Presiden Jokowi, kita akan melakukan langkah cepat pada minggu ini agar kebutuhan jagung khususnya di tiga tempat yang bersoal, yakni Klaten Blitar dan Lampung bisa tertangani dengan harga yang sangat normatif. Kalau perlu menggunakan subsidi subsidi tertentu," ujar Mentan Syahrul, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (16/9/2021).

Selain itu, Mentan berjanji akan menambah lebih banyak sentra pakan khusus jagung pada daerah yang memiliki basis peternakan. Selanjutnya melakukan penjagaan dan stabilitas harga agar tetap dalam kendali serta memperbaiki regulasi dan aturan yang bisa melindungi peternak.

"Saya diperintahkan bersama Mendag untuk membangun regulasi bersama, sehingga nantinya ada kepastian ketika terjadi apa-apa. Kemudian perintah Bapak Presiden Jokowi juga adalah membuat industri yang terkait dengan tepung dan telur," katanya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan dan Peternak Ayam Petelur, pada Rabu, 15 September 2021, di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Adapun pembicaraan antara Presiden dan peternakan dikatakan Mentan mencakup 3 hal. Diantaranya terkait budidaya dan bibit, kemudian pakan dan jagung serta membicarakan harga yang dinilai cukup rendah.

"Kira-kira 3 hal itu yang dibicarakan dan menjadi keluh kesah mereka (peternak)," ucapnya.

Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi mengungkapkan bahwa saat ini terjadi ketidakseimbangan dalam industri perunggasan. Salah satunya adalah kenaikan harga jagung dan gandum sebagai pakan ternak utama.

"Ini menyebabkan ongkos daripada produksi petani atau peternak layer dan broiler ini menjadi sangat tinggi, disisi lain akibat pandemi covid ini harga kebutuhan menurun dan menyebabkan terjadi delta yang besar," tuturnya.