Ekonomi

Pemerintah Jamin Pembangunan IKN Tak Ganggu Pendanaan Covid-19

Kemenkeu: pendanaan ibu kota negara (IKN) baru akan mengikuti sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan.


Pemerintah Jamin Pembangunan IKN Tak Ganggu Pendanaan Covid-19
Pendanaan IKN Baru Dipastikan Tidak Ganggu Anggaran Covid-19 (instagram/nyoman_nuarta)

AKURAT.CO, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Made Arya Wijaya mengatakan bahwa pada tahun 2022 ini, pemerintah tetap memfokuskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Sedangkan untuk pendanaan ibu kota negara (IKN) baru akan mengikuti sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan.

“Jadi memang di dalam penanganan Covid dan pemulihan ekonomi nasional di 2022, prioritasnya terap yang di depan adalah penganan Covid untuk klaster kesehatan,” ujar Arya dalam Forum Merdeka Barat 9 secara virtual, Rabu (2/2/2022).

baca juga:

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran sesuai dengan kebutuhan, termasuk antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus Covid-19 Omicron. Kemudian pemerintah juga menyiapkan terkait dengan penanganan dampak Covid-19 seperti program perilndungan masyarakat yang telah berjalan sejak tahun lalu.

“Program-program yang akan dilaksanakan pemerintah ini sudah di review dari apa yang sudah dilakukan tahun lalu, apakah akan dilanjutkan atau sementara dihentikan,” katanya.

Review yang dilakukan pemerintah, kata dia, nantinya akan memutuskan prioritas alokasi anggaran sebagaimana telah ditentukan dalam APBN 2022 yang dapat dioptimalkan. “Sehingga ada ruang untuk mendanai pembangunan IKN minimal untuk 2022,” ucap Arya.

Ia menambahkan hingga saat ini pemerintah terus berkomitmen untuk menyesuaikan anggaran ditengah perkembangan Covid-19 saat ini, sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sehingga, kami di Kementerian Keuangan harus bisa juga melihat APBN kita harus fleksibel di dalam mengantisipasi kebutuhan yang relatif urgent dan prioritas harus didanai,” katanya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Arya mengatakan pembangunan IKN tahap awal, kontribusi APBN difokuskan pada penyediaan infrastruktur dasar dan pembangunan inti dari pusat pemerintahan IKN.

Mengingat penerbitan Undang-Undang IKN dilakukan setelah terbitnya UU APBN 2022 ditetapkan, maka Kemenkeu akan berupaya untuk fokus mengoptimalkan anggaran yang sudah ditetapkan.

“Jadi apakah nanti akan melalui relokasi belanja atau refocusing, yang tentunya segala upaya yang dilakukan kita tetap menjaga bagaimana penangnan Covid-nya terjamin. Pemulihan ekonomi juga tetap jalan di 2022 sekarang. Sehingga kita di dalam melakukan realokasi atau refocussing kita bisa mendapat ruang-ruang yang bisa dioptimalkan untuk mendanai IKN di 2022 ini,” ujar Arya.

Sedangkan untuk kawasan pendukung, pemerintah kemungkinan akan membuka peluang melibatkan badan usaha maupun pihaknswasta untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan IKN.

“Terkait kebutuhannya kita sedang melakukan exercise, kembali sangat tergantung dengan rencana induk yang di susun untukntahap pertama, khsusunya di 2022,” tutupnya.[]