Ekonomi

Pemerintah Ingin Pengusaha Mau Nambah Utang untuk Ekspansi Bisnis!

Suahasil Nazara mengharapkan pengusaha melakukan ekspansi bisnisnya melalui skema utang


Pemerintah Ingin Pengusaha Mau Nambah Utang untuk Ekspansi Bisnis!
Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Suahasil Nazara saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (21/11). (AKURAT.CO/Rizal Mahmuddhin)

AKURAT.CO Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengharapkan pengusaha melakukan ekspansi bisnisnya melalui skema utang.

Ia mengatakan selama 2021 pertumbuhan kredit di Indonesia mencapai 5,2 persen. Menurutnya angka tersebut belum pulih jika dibandingkan masa sebelum pandemi.

Namun jika dibandingkan tahun 2020, saat ini pertumbuhan kredit menunjukan tren positif.

baca juga:

"Karena utang itu memungkinkan pengusaha melakukan ekspansi, di pemerintahan juga sama. Jadi kalau teman-teman pengusaha siap untuk berutang, semoga sebentar lagi siap untuk berutang, karena kan teman-teman pengusaha melihatnya asal ada demand, kita cari pembiayaan,” tutur Suahasil Nazara saat Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa (25/1/2022).

Suahasil Nazara menegaskan pemerintah berharap pertumbuhan kredit dapat bertumbuh menjadi double digit. Dengan begitu menunjukkan bahwa dunia usaha telah menunjukkan geliat investasi.

" Kita inginnya kredit itu tumbuh double digit, sehingga dunia usaha punya sumber pendanaan untuk melakukan ekspansi," ucapnya.

Diwaktu yang sama, Suahasil Nazara juga berpesan kepada pengusaha bahwa saat ini sektor keuangan bakal memberikan kredit atau permodalan kepada perusahaan yang mendukung ekonomi hijau.

" Beberapa waktu ke depan sektor keuangan di Indonesia maupun internasional akan makin ingin memberikan kredit atau pembiayaan, memberikan support, kepada green economy. Pasti itu," imbuhnya.

Hal tersebut juga diwujudkan dengan OJK telah merilis Taksonomi Hijau yang mengklasifikasi sektor ekonomi hijau. Taksonomi Hijau disusun dengan mengkaji 2.733 klasifikasi sektor dan sub-sektor ekonomi, dimana 919 di antaranya telah dikonfirmasi oleh kementerian terkait.