Ekonomi

Pemerintah Harus Fokus Pada Tiga Sektor untuk Poles Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2021 ada beberapa sektor yang harus menjadi fokus


Pemerintah Harus Fokus Pada Tiga Sektor untuk Poles Pertumbuhan Ekonomi
Tampak suasana gedung bertingkat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad menyampaikan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II tahun 2021 nanti ada beberapa sektor yang harus menjadi fokus bagi pemerintah mana diantaranya adalah sektor pertanian, perdagangan dan sektor industri.

"Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 nanti, ada beberapa sektor yang harus menjadi fokus oleh pemerintah yaitu sektor pertanian, perdagangan dan industri. Mengapa pertanian? sektor pertanian dari mulai awal hadirnya Covid-19 di Indonesia itu nilai pertumbuhannya konsisten positif. Sedangkan untuk sektor perdagangan dan industri itu negatif kalau kita lihat pada kuartal I 2021 ini," tuturnya pada saat webinar bersama media di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, kalau ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik di kuartal II 2021 maka dua sektor (perdagangan dan industri) tersebut yang harus didorong agar bisa positif paling tidak kembalikan kepada posisi normalnya.

"Misalnya, sektor industri rata-rata perrtumbuhan ekonominya bisa mencapai 4 sampai dengan  4,5%. Sementara untuk sektor perdagangan itu bisa mnecapai 5 hingga 6%," ucapnya.

Meskipun begitu, tambahnya, kedua sektor tersebut memang tidak bisa sepenuhnya di naikkan di kuartal II 2021 nanti. Adapun minimal pada kuartal selanjutnya baru mulai bergerak lebih signifikan.

"Akan tetapi apabila kedua sektor tersebut nantinya di kuartal II tumbuh lebih tinggi diatas 3 atau 4%. Menurut saya itu akan menjadi sumbangan bagi PDB dan pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih tinggi dari 5% seperti yang kita sudah perkirakan untuk kuartal II 2021 ini," paparnya.

Beberapa waktu lalu, Badan Pusat Statistis (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 sebesar minus 0,74%. Dimana hal tersebut mengindikasikan Indonesia masih mengalami resesi ekonomi.

"Dengan pergerakan berbagai indikator kuartal I 2021 ini perekonomian Indonesia berdasarkan PDB Rp3.969 triliun. Sehingga kalau dibandingkan kuartal I 2020 ekonomi Indonesia kuartal I 2021 ini masih kontraksi 0,74%. Jadi secara yoy ekonomi Indonesia kuartal I 0,74% sementara secara QtQ kontraksi 0,96%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Rabu (5/5/2021).[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co