Ekonomi

Pemerintah Godok Pembentukan 'Bank Emas'

Pemerintah Godok Pembentukan 'Bank Emas'
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri rapat untuk membahas omnibus law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja di Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (14/04/2020). Rapat kerja dengan agenda pemaparan pemerintah dalam forum resmi tersebut akan dilanjutkan dengan tanggapan dari masing-masing fraksi di DPR atas pemaparan pemerintah. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini pemerintah sedang mengkaji pembentukan Bullion Bank dalam rangka mengelola komoditas emas. Hal ini seiring dengan Indonesia yang memiliki tambang emas sangat besar.

“Kita memiliki pertambangan yang besar dan salah satu yang sedang dikaji oleh pemerintah adalah pembentukan Bullion Bank,“ katanya dalam Raker Kementerian Perdagangan 2021 di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Airlangga meminta kepada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk mendalami ekspor dan impor emas mengingat harga komoditas emas tercatat meningkat namun impornya juga sangat tinggi di tengah adanya tambang emas yang besar di Indonesia.

baca juga:

“Ini menunjukkan ada sesuatu yang perlu di dalami terkait ekspor dan impor emas. Nanti Pak Mendag dapat mendalami bagaimana ekspor dan impor ini sebagian dipakai jewelry karena dulu ekspor dan impor terkait dengan PPN dan lainnya,” jelasnya dilansir dari Antara.

Airlangga menyebutkan kinerja ekspor emas dan granule meningkat hingga US$5.280 juta. Sehingga ia optimistis pembentukan Bullion Bank dapat memberikan banyak manfaat.

Manfaat tersebut meliputi penghematan devisa bagi pemerintah, industri mendapatkan sumber pembiayaan proyek, diversifikasi produk bagi bank, serta masyarakat akan mendapatkan return dari simpanannya.

Ia melanjutkan, pertambangan Grasberg di Papua merupakan tambang emas terbesar di dunia setelah South Deep Gold Mine di Afrika Selatan dengan cadangan emasnya mencapai 30,2 juta ounces.

“Emas yang dihasilkan dari tambang Grasberg merupakan produk ikutan dari tembaga,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga merupakan negara produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi 2020 mencapai 130 ton per tahun atau 4,59 juta ounce.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu