News

Pemerintah Dinilai Tak Sistematis Tentukan Urutan Kerja Penanggulangan Covid-19


Pemerintah Dinilai Tak Sistematis Tentukan Urutan Kerja Penanggulangan Covid-19
Warga menjalani tes usap atau swab test di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium (GSI Lab), Cilandak, Jakarta, Senin (19/10/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto mengaku prihatin melihat cara kerja Pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19 karena dinilai tidak sistematis dan komprehensif menentukan urutan kerja penanggulangan Covid-19.

Meskipun banyak tim dan satgas yang dibentuk, tapi menurutnya koordinasi masih sangat lemah. Alhasil upaya penanggulangan Covid 19 menjadi berlarut-larut.

"Penanggulangan Covid ini harus benar-benar berorientasi kepada manusia, karena ini adalah masalah kesehatan, bahkan darurat kesehatan. Jadi yang menjadi fokus dan prioritas adalah bidang kesehatan. Bukan ekonomi atau yang lainnya," ujar Mulyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Mulyanto mengatakan, mestinya kebijakan, strategi dan program penanggulangan Covid-19 berbasis riset alias evidence based approach. Tidak boleh sembarang atau sekedar perkiraan.

Kemudian, lanjut Mulyanto, tindakan yang dilakukan harus tepat, akurat dan tidak tergesa-gesa. Sehingga mendapat penerimaan publik yang luas karena memberi ketentraman di masyarakat.

"Pemerintah tidak boleh terburu-buru apalagi ugal-ugalan. Harus bertahap sesuai abjadiah. Kalau pembentukan RUU Cipta Kerja ngebut, masa urusan pengadaan vaksin dan nyawa manusia juga mau dilaksanakan dengan tabrak sana tabrak sini," singgungnya.

Selain itu, Mulyanto juga meminta agar Pemerintah memperhatikan aspek kehalalan dari vaksin tersebut, agar masyarakat merasa aman dari segi keyakinan relijius mereka.

"Sebaiknya pemerintah stop ugal-ugalan dan jangan bikin gaduh. Masyarakat bukan kelinci percobaan," paparnya

"Kalau efikasinya belum jelas, keamanannya belum meyakinkan, juga kehalalannya belum diketahui, namun vaksin tersebut langsung diedarkan, maka ini akan bikin gaduh lagi di dalam masyarakat," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak untuk bekerja sama untuk menekan laju angka kasus Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia.

Luhut menyebutkan, ada tiga strategi yang telah ditentukan dalam penanganan pandemi Covid-19. Pertama, perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran. Kedua, pembangunan pusat-pusat karantina dan isolasi. Yang ketiga, manajemen perawatan Covid-19.

“Saya mohon kita semua mengacu kepada tiga strategi tadi, baik dari Kemenkes, Satgas maupun Gubernur, Kapolda, Pangdam. Semua kita mengacu pada strategi itu supaya kita betul-betul satu tim, jadi tidak ada yang jalan sendiri-sendiri,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (22/10/2020).[]