News

Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Aksi Terorisme di Akhir Tahun

Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Aksi Terorisme di Akhir Tahun


Pemerintah Diminta Waspada Terhadap Aksi Terorisme di Akhir Tahun
Ilustrasi - Teroris (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO  Pemerintah diminta mewaspadai aksi teror yang ditakutkan terjadi pada akhir tahun.

Diketahui, salah satu momentum favorit bagi kelompok teroris di Indonesia untuk melakukan aksinya adalah saat akhir tahun, khususnya saat natal dan tahun baru.

Pengamat Intelijen dan Terorisme Stanislaus Riyanta menyatakan, kelompok teroris di Indonesia umumnya terafiliasi dengan jaringan teror internasional ISIS dan Al-Qaedah.

Di Indonesia, gerombolan teror itu tergabung dalam kelompok Jamaah Anshor Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Keduanya berafiliasi dengan ISIS.

Sementara kelompok yang terafiliasi dengan Al-Qaedah di Indonesia adalah JI. Kelompok-kelompok teroris itu kini mulai kembali menunjukan eksistensinya.

"Daftar aksi teror yang terjadi pada menjelang natal hingga tahun baru sudah cukup panjang, begitu juga jumlah korbannya. Hal ini menunjukkan bahwa momentum natal dan tahun baru merupakan salah satu waktu favorit bagi kelompok teroris di Indonesia untuk beraksi," katanya dalam siaran persnya (2/12/2020).

Menurut dia, belakangan ini, rangkaian penangkapan kelompok teroris menunjukan gejala kembali berulahnya kelompok teror itu. Motif balas dendam atas kematian anggota kelompok jaringan teror menjadi pemicu aksi-aksi teror pad akhir tahun.

"Berbagai motif yang bisa muncul dari kelompok radikal terorisme untuk melakukan aksi pada akhir tahun antara lain motif eksistensi dan balas dendam atas rangkaian penangkapan, selain itu didorong dengan kuat oleh ideologi yang mereka anut dengan cara kekerasan sebagai salah satu jalan untuk mencapai tujuan. Itu menunjukkan bahwa ancaman teror pada akhir tahun ini tidak bisa disepelekan lagi," ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya aksi teror di akhir tahun ini, Densus 88 anti teror dan intelijen harus mendeteksi kemungkinan tersebut. Kehadiran kedua institusi itu mutlak diperlukan.