News

Pemerintah Diminta Tegas Terhadap Cina Terkait Konflik di Perairan Natuna


Pemerintah Diminta Tegas Terhadap Cina Terkait Konflik di Perairan Natuna
Kapal Coast Guard China-4301 membayangi KRI Usman Harun-359 saat melaksanakan patroli mendekati kapal nelayan pukat China yang melakukan penangkapan ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu (11/1/2020) dini hari. Dalam patroli tersebut KRI Usman Harun-359 bersama KRI Jhon Lie-358 dan KRI Karel Satsuitubun-356 melakukan patroli dan bertemu enam kapal Coast Guard China, satu kapal pengawas perikanan China, dan 49 kapal nelayan pukat asing. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

AKURAT.CO, Pemerintah Indonesia diminta untuk tegas terhadap pemerintah Cina terkait konflik teritorial di perairan Natuna. Pasalnya, negara tirai bambu itu dinilai sudah melanggar hukum Internasional dan suatu kejahatan transnasional. 

Hal tersebut disampaikan pengamat hubungan Internasional Dinna Wisnu dalam diskusi Lembaga Survei Indonesia dengan tema ‘Persepsi Publik Terhadap Negara-Negara Paling Berpengaruh di Asia'.

Menurut dia, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Natuna belum berhasil lantaran Cina sudah bisa mengukur kemampuan Indonesia. Disisi lain Indonesia sudah sudah dipastikan tidak ingin berperang dengan Cina.                        

"Karena Cina sudah bisa mengukur Indonesia pakemnya atau pada dasarnya tidak ingin ada perang dengan Cina itu dibaca dengan jelas," kata Dinna di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).              

Setelah Cina berinvestasi di Indonesia dalam bidang infrastruktur, kini negara Tirai Bambu itu sedang menguji kesetiaan pemerintah Indonesia. Karena hingga saat ini Cina merupakan negara ketiga penyumbang investasi besar di tanah air.        

“China menguji negara-negara di kawasan terutama kita (Indonesia) karena kita termasuk yang punya kerjasama Infrastruktur dengan China.  Kita diuji kesetiaan kita karena kalau Cina memberi bantuan dia selalu minta balik lalu kamu bisa kasih apa pamrihnya langsung-langsung kelihatan,” ujar Dinna. 

Sementara negara lain seperti Amerika, dikatakan Dinna, juga sama ketika memberi bantuan tapi bentuknya bukan ekonomi langsung. Tetapi, kalau Cina langsung memberikan duit secara cash dia lebih cepat dia minta loyalitasnya lebih tinggi kepada Indonesia.        

“Jadi artinya Cina itu tidak sama dengan 2 tahun yang lalu, kita enggak bisa menganggap Cina itu akan adem ayem, kalem-kalem seperti beberapa wakti lalu. Dia (Cina) sekarang dalam mood untuk menguji semuanya, kita betul gak teman-temannya dia dan apa yang akan kita lakukan,” ucapnya. 

Pihaknya meminta pemerintah Indonesia untuk tetap tegas dengan permasalahan laut Natuna yang dilanggar oleh pemerintah Cina. 

“Jadi emang harus tegas enggak bisa kita bahasanya dua tahun lalu, dan yang jelas udah saatnya diantisipasi jangan sampai dia betul-betul masuk terus di kawasan kita, dan apa yang harus dilakukan," tuturnya.      

"Nah ini di dalam negeri kita satu suara engak sekarang kan kelihatan anda baca di media massa kelihatan kan satu suara antar kementerian belum kelihatan,” sambungnya.[]