News

Pemerintah Diminta Segera Siapkan Keberangkatan Perdana Jemaah Umrah RI

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah segera mempersiapkan teknis keberangkatan perdana jemaah umrah Indonesia ke Mekkah.


Pemerintah Diminta Segera Siapkan Keberangkatan Perdana Jemaah Umrah RI
Dalam foto ini, jamaah muslim menjaga jarak sosial saat berdoa di tengah pelaksanaan umrah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi pada 1 November 2020 (Saudi Press Agency/Handout via REUTERS)

AKURAT.CO Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pemerintah segera mempersiapkan teknis keberangkatan perdana jemaah umrah Indonesia ke Mekkah yang telah resmi dibuka.

Rencananya, jemaah umrah perdana asal Indonesia akan diberangkatkan pada November 2021.

"Tentu hal ini harus dipersiapkan dengan baik. Maka, saya meminta pemerintah fokus terhadap hal ini. Jangan sampai ada satu kendala apapun dalam pelaksanaannya," tutur LaNyalla dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (22/10/2021). 

Menurut dia, hal utama dan pertama yang harus diperhatikan oleh pemerintah dalam persiapan tersebut adalah mengenai vaksin booster dengan jenis Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson (J&J). 

"Hal itu harus dipersiapkan dengan baik karena merupakan syarat ketetapan bagi para jemaah umrah," tutur dia. 

Senator asal Jawa Timur itu mengakui pelaksanaan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19 sangat berbeda dengan musim biasanya. Sebab, ada beberapa ketentuan sebagai persyaratan yang diutamakan kepada para jemaah yang berbeda dengan situasi normal. 

"Untuk itu, persiapan yang dilakukan harus benar-benar matang dan penuh kedisiplinan," paparnya.

LaNyalla meminta kepada para calon jemaah untuk bersabar. Sebab, rencananya pemberangkatan perdana adalah pemilik agen perjalanan terlebih dahulu, agar pihak agen perjalanan mengetahui bagaimana proses pelaksanaan umrah di masa pandemi. 

Dikatakannya, persiapan itu penting agar perjalanan umrah jemaah Indonesia tak mengalami kendala apapun. Persiapan itu menjadi filter untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 yang masih memungkinkan untuk terjadi.