News

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Listrik

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno meminta kepada pemerintah khususnya PLN mengkaji ulang rencana kenaikan tarif listrik kelompok non-subsidi. 


Pemerintah Diminta Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Listrik
Pekerja saat melakukan perawatan kabel jaringan listrik sutet di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019). PT PLN (persero) akan mengurangi tagihan kepada pelanggannya. Hal ini dilakukan imbas padamnya listrik pada Minggu (4/8/2019) kemarin. PLN akan memberikan kompensasi sesuai deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP), dengan Indikator Lama Gangguan. Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment.  (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno meminta kepada pemerintah khususnya PLN mengkaji ulang rencana kenaikan tarif listrik bagi kelompok non-subsidi. 

"PLN harus mengkaji secara seksama rencana kenaikan tarif listrik yang tentunya semakin memberatkan konsumen," ujar Edy dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Eddy menilai kenaikan tarif listrik akan memberatkan bagi konsumen yang sampai sekarang ekonominya masih terdampak pandemi Covid-19. Pelanggan listrik non subsidi itu misalnya usaha menengah, rumah tangga dan komersial. 

"Bagaimana pun juga pelanggan listrik non subsidi juga terdampak pandemi Covid-19. Dalam hal ini usaha menengah, rumah tangga dan komersial," kata Eddy. 

Lebih lanjut politisi PAN ini juga meminta wacana kenaikan harga listrik tersebut dibahas bersama Komisi VII DPR RI terlebih dahulu.

"Kami di DPR meminta agar PLN membahas terlebih dahulu kenaikan listrik ini di Komisi VII DPR agar sosialisasi di masyarakat bisa dilaksanakan secara baik dan tidak menimbulkan polemik apalagi kegaduhan yang tidak perlu, mengingat kondisi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya dari dampak pandemi Covid-19," katanya. 

Sebelumnya, pemerintah bersama Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat sepakat merencanakan penyesuaian tarif tenaga listrik atau tariff adjustment bagi 13 golongan pelanggan listrik PT PLN (Persero) non-subsidi pada tahun depan. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan besaran penyesuaian tarif itu diberlakukan dengan sebelumnya melihat kondisi pandemi Covid-19 yang terus membaik. 

Rida menjelaskan bahwa tarif listrik bagi golongan pelanggan non-subsidi ini bisa berfluktuasi alias naik atau turun setiap tiga bulan disesuaikan dengan setidaknya tiga faktor. "Yakni nilai tukar mata uang, harga minyak mentah dunia, dan inflasi,” kata Rida, Rabu (1/12/2021).