Ekonomi

Pemerintah Diharapkan Segera Bentuk Badan Pangan Nasional


Pemerintah Diharapkan Segera Bentuk Badan Pangan Nasional
Ilustrasi (Foto: Infonawacita.co)

AKURAT.CO, Pemerintah diharapkan dapat segera membentuk badan pangan nasional yang bertujuan antara lain untuk menstabilkan harga pangan strategis sehingga juga bisa mengatasi berbagai dampak lainnya seperti kartel pangan.

"Pembentukan Badan Pangan Nasional diharapkan bisa memberantas praktik kartel di sektor perdagangan, dan ini sudah menjadi amanat UU," kata Anggota Komisi VI DPR RI Eka Sastra dalam rilis di Jakarta, Rabu (7/6).

Menurut dia, terdapat banyak variabel terkait dengan naik turunnya harga pangan strategis yang semuanya tidak bisa dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah sehingga perlu ada badan yang fokus untuk itu.

Untuk itu, politisi Partai Golkar itu menginginkan Kementerian Perdagangan segera mengkoordinasikan hal tersebut dengan sejumlah kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Pertanian.

Sedangkan terkait Bulog, Eka juga mengutarakan harapannya agar lembaga tersebut dapat diperkuat karena dinilai telah mengalami pelemahan semenjak tugas Bulog hanya direduksi hanya kepada beras.

"Saya menegaskan mungkin sebaiknya kita mengembalikan dan meningkatkan peran Bulog sebagai salah lembaga pengendali harga yang tidak hanya fokus pada beras tetapi juga pada beberapa komoditas, yang tentu saja dengan komponen yang berbeda," ucapnya.

Dengan peningkatan peran Bulog dan koordinasi antarkementerian terkait pembentukan Badan Pangan Nasional, maka akan ada instrumen yang lebih efektif yang bisa mengontrol pasar sekaligus memastikan kehadiran negara terkait permsalahan tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah akan mengupayakan laju inflasi nasional tetap terjaga pada periode puasa hingga lebaran dengan menyiagakan pasokan pangan serta mengelola distribusi agar harga bahan makanan tidak melonjak terlalu tinggi.

"Tidak ada hal yang mengkhawatirkan mengenai inflasi, mulai memasuki bulan puasa hingga lebaran," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution seusai rapat koordinasi membahas inflasi di Jakarta, Jumat (26/5).

Darmin optimistis inflasi bisa terjaga pada periode puasa hingga lebaran, karena harga kebutuhan pangan masih relatif terkendali dan tingkat inflasi pada akhir Mei 2017 atau jelang puasa, diproyeksikan pada kisaran 0,2 persen.

Sebelumnya, pakar pangan dan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Prof Ali Agus menyatakan penguasaan lahan merupakan salah satu prasyarat penting guna mendukung fungsi pertanian serta pemenuhan pangan nasional.

"Sayangnya, petani yang hidup di desa sebagai mayoritas atau lebih dari 60 persen, warga bangsa Indonesia hanya menguasai lahan sempit, yang semakin lama semakin sempit," kata Ali Agus.[]