News

Pemerintah Diapresiasi Karena Berhasil Mengatur Larangan Mudik Lebaran Tahun Ini

Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 dinilai telah berjalan cukup bagus.


Pemerintah Diapresiasi Karena Berhasil Mengatur Larangan Mudik Lebaran Tahun Ini
Pemudik melakukan tes GeNose di terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (18/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Berakhirnya masa liburan idul Fitri 1442 H dan peniadaan mudik pada Senin (17/5/2021) ini mendapat apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir menilai pelaksanaan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 secara umum telah berjalan cukup bagus.

"Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100 persen, tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus," kata Muhadjir.

Muhadjir, mengacu pada indikator pemanfaatan data historis penanganan peniadaan mudik 2020, di mana pengetatan pengawasan di sejumlah jalur 'tikus' yang dipelajari secara detail, namun modus pemudik yang tetap nekat berhasil diantisipasi. Meski begitu, ia mengakui hal itu tidaklah mudah. 

"Karena ini kan bicara tentang orang, mobilitas, susah untuk dipastikan. Tetapi apa yang sudah dilakukan Pak Menhub, aparat kepolisian dan TNI di dalam melakukan penyekatan dan penindakan ketika berangkat, saya kira ini sangat berharga untuk dijadikan dasar kita membijaksanai menyambut kedatangan mereka arus balik ini," kata dia.

Menurutnya, pemerintah juga telah mempersiapkan fasilitas tambahan seperti tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, serta ketersediaan oksigen. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menambah jumlah pelacak atau tracer dari 5 ribu menjadi 100 ribu orang.

"Mudah-mudahan ini akan bisa lebih mengefektifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru yang sudah berada di Singapura, Malaysia, Filipina, dan mudah-mudahan tidak sampai seperti yang terjadi di negara yang sangat parah," ujar dia.

Selain itu, anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto menegaskan pemerintah sudah benar meniadakan mudik Lebaran tahun ini supaya tidak ada gelombang penulari COVID-19 di Indonesia selanjutnya. Sebab, sekarang ini kasus COVID-19 di Indonesia sudah melandai. 

"Apa yang dilakukan pemerintah (mencegah penyebaran COVID-19) sudah seperti larangan mudik tahun ini. Sekarang ini alhamdulillah covid melandai. Saya harap jangan sampai ada gelombang ke tiga, " kata Wenny.