Ekonomi

Pemerintah Cetak Dividen BUMN Rp37,9 Triliun, Tiga BUMN Ini Penyumbang Terbesar!

Pada tahun 2021, total kontribusi BUMN kepada APBN mencapai Rp362 triliun

Pemerintah Cetak Dividen BUMN Rp37,9 Triliun, Tiga BUMN Ini Penyumbang Terbesar!
Ilustrasi - BUMN (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Sampai dengan 31 Juli 2022, khusus penerimaan dividen BUMN, Pemerintah telah membukukan dividen sebesar Rp37,9 triliun. Pada tahun 2021, total kontribusi BUMN kepada APBN mencapai Rp362 triliun.

Tiga BUMN penyumbang dividen terbesar yakni PT Bank BRI (Persero) Tbk sebesar Rp14,05 triliun, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp8,75 triliun dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp7,74 triliun. Pertumbuhan penerimaan dividen ini disinyalir juga mengalami fluktuasi di tengah pandemi Covid-19.

Namun seiring pertumbuhan ekonomi yang makin membaik, di tahun 2022 penerimaan dividen BUMN diproyeksikan akan tumbuh positif. Selain memberikan kontribusi terhadap APBN, BUMN juga berperan sebagai fungsi kuasifiskal, di mana diharapkan efektif dalam mendukung program-program pemerintah.

baca juga:

Hal tersebut tampak dari komitmen dalam pembangunan seperti infrastruktur yang telah dilakukan oleh BUMN. Apabila diperlukan, Pemerintah dapat memberikan dukungan berupa penyertaan modal negara (PMN), penjaminan, ataupun pinjaman kepada BUMN.

Pemberian PMN dilakukan dalam rangka memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha BUMN untuk meningkatkan perannya sehingga mampu mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah. Sejak tahun 2005 hingga 2021, Pemerintah telah menempatkan investasi sekitar Rp369,17 triliun ke BUMN sebagai PMN.

Alokasi PMN sejak tahun 2015 meningkat secara signifikan, antara lain di bidang infrastruktur dan konektivitas, energi, ketahanan pangan, serta kemandirian ekonomi nasional. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, tercatat pada kuartal II-2022, ekonomi Indonesia tumbuh impresif sebesar 5,44 persen di tengah inflasi global dan ancaman resesi.

Berbagai manfaat dari investasi pemerintah kepada BUMN ini telah memberikan kontribusi bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investasi kepada BUMN sebagai pelaksana program pemerintah telah memberikan berbagai manfaat ekonomi dan sosial.

Pada sektor pembangunan infrastruktur, misalnya, antara lain mampu menciptakan lapangan kerja dan pengurangan biaya logistik. Kemudian sektor pangan, berupa peningkatan penyerapan komoditas masyarakat dan kapasitas produksi/pengolahan. Sementara di sektor perumahan, dalam bentuk penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu, investasi pemerintah juga ditujukan untuk mendukung pemberdayaan UMKM melalui program KUR dan program Mekaar. Program-program ini digadang-gadang mampu mengangkat omzet dan laba pelaku UMKM penerima manfaat hingga lebih dari 50 persen per bulan dan terciptanya lapangan kerja.

Dari program Mekaar yang ditujukan kepada perempuan prasejahtera, mampu menaikkan keuntungan harian sebesar 39,9 persen yang dinikmati oleh sekitar 10,48 juta penerima manfaat.[]