Ekonomi

Pemerintah Bakal Beri Subsidi Upah Lagi, tapi Besarannya Belum Final

subsidi upah akan diberikan bagi pekerja yang dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.


Pemerintah Bakal Beri Subsidi Upah Lagi, tapi Besarannya Belum Final
Pekerja berjalan kaki di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (4/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya menjawab tuntutan dari pihak pengusaha maupun buruh untuk memberikan kembali bantuan subsidi upah bagi pekerja.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa subsidi upah akan diberikan bagi pekerja yang dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

"Kita juga sedang men-design bantuan subsidi upah untuk pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja atau dirumahkan," katanya dalam konferensi pers APBN KiTA  Rabu (21/7/2021).

Ia mengatakan saat ini subdisi upah sendiri masih dibahas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kami sedang membahas dengan Kemenko dan Kemenaker untuk membantu segmen pekerja yang dirumahkan dan dikurangi jam kerjanya," ujarnya.

Kemudian untuk korban pemutusan hubungan kerja (PHK), maka bisa mengikuti program kartu pra kerja.

Sri Mulyani mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran Rp10 triliun untuk yang terkena PHK. Sedangkan untuk anggaran subsidi gaji bakal diumumkan beberapa hari ke depan.

"Kita siapkan Rp10 trilun (untuk pegawai yang di PHK). Untuk BLT subsidi upah masih difinalkan dalam beberapa hari ke depan," katanya.

Seperti diketahui  Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja meminta pemerintah untuk memberikan subdisi gaji sebesar 50 persen untuk membantu beban pengusaha.