Ekonomi

Pemerintah: Anggaran Subsidi Rumah Murah Belum Habis!


Pemerintah: Anggaran Subsidi Rumah Murah Belum Habis!
Warga melihat kawasan perumahan tapak bersubsidi di kawasan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/6/2019). Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Daniel Djumali, mengatakan kuota pembiayaan rumah subsidi yang mencakup proyek Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisi Bunga (SSB) akan segera habis dalam 2 bulan-3 bulan ke depan (sekitar Agustus-September 2019). Hal ini juga bisa menyebabkan banyaknya akad KPR subsidi yang menggantung. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan anggaran bantuan atau subsidi perumahan belum habis. Dalam hal ini yang dimaksud adalah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan subsidi selisih bunga (SSB).

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, hingga saat ini, capaian kinerja FLPP baru sekitar 70 persen. Artinya, masih ada sisa 30 persen yang bisa diproses.

"Kalau teman-teman selama ini sering menuliskan, mungkin data dari pengembang bahwa bantuan perumahan subsidi habis, sebetulnya tidak demikian. FLPP itu capaian kinerjanya masih sekitar 70 persen, jadi masih ada 30 persen yang kita bisa proses," ucapnya dalam jumpa pers di Ruang Serba Guna Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

baca juga:

Kemudian untuk SSB, sampai saat ini realisasinya masih 0 persen dari targetnya untuk 100 ribu unit. Namun, kata Heri, permintaan penagihan untuk SSB sudah banyak yang masuk yakni sekitar 60an ribu.

"Kalau diproses dan disetujui semua, maka SSB kinerjanya sekitar 60 persen. Berharap Agustus ini capaian itu bisa tercapai," jelasnya.

"Apapun juga, kami ingatkan sampai saat ini baik FLPP maupun SSB masih ada," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, secara total, anggaran pembiayaan rumah subsidi FLPP tahun ini lebih rendah 37 persen dibandingkan dengan anggaran tahun 2018.

"Rendahnya anggaran subsidi perumahan ini disayangkan di tengah permintaan rumah subsidi yang terus meningkat," katanya melalui keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Pada tahun 2018, Bank BTN telah merealisasikan penyaluran subsudi sebanyak 230.000 unit. Dengan anggaran yang lebih rendah saat ini, maka banyak permintaan yang tidak dapat terealisasi.

Hal tersebut juga tergambar dengan pesatnya tingkat realisasi penyaluran rumah subsidi baik melalui FLPP per Mei 2019 yang diperkirakan telah berada di angka 100.900 unit dengan dominasi penyaluran melalui Bank BTN sebesar 79 persen.

Dengan peningkatan permintaan sebanyak 20.000 unit per bulan, maka sampai bulan Agustus atau paling lambat sampai September 2019 diperkirakan anggaran akan habis terserap.

"Belum lagi berdasarkan data historikal yang ada, terlihat adanya peningkatan realisasi mulai bulan Juli sampai Oktober," katanya. []