News

Pemeriksaan Keenam, Eks Presiden ACT Ahyudin Dicecar soal Pengelolaan Dana Sosial

Pemeriksaan Keenam, Eks Presiden ACT Ahyudin Dicecar soal Pengelolaan Dana Sosial
Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/7/2022). Ahyudin diperiksa untuk kesekian kalinya sebagai saksi berkaitan dengan kasus dugaan penyelewengan dana sosial ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Mantan Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengaku pemeriksaan yang kali keenam terhadap dirinya, terkait soal dana operasional atau hak kelola ACT.

Ditemui usai diperiksa oleh Bareskrim Polri, Ahyudin mengaku dicecar 49 pertanyaan seputar pengelolaan dana sosial.

“Masih kelanjutan yang kemarin. Poin pentingnya, dalam mengelola dana sosial, kemanusiaan di ACT. Berapa sih dari dana kemanusiaan yang diterima ACT yang digunakan untuk biaya operasional ACT,” kata Ahyudin kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (16/7/2022) dini hari.

baca juga:

Ahyudin mengatakan, pengelolaan dana sosial itu diatur oleh Dewan Syariah ACT. Kemudian, biaya operasionalnya pun merupakan hak kelola yayasan dari total dana sumbangan diterima. 

“Kalau sebelumnya sudah disampaikan juga Pak Ibnu Khajar, Presiden ACT bahwa total biaya operasional mencapai 13,7 persen,” ujarnya.

Pendiri ACT itu menegaskan, Dewan Syariah ACT memperbolehkan mengambil 20-30 persen. "Tetapi sepanjang saya memimpin ACT baik sebagai pengurus sejak tahun 2005 hingga 2019 dan sebagai ketua pimpinan pada yayasan act 2019-2022 kisarannya (dana operasional) itu mencapai 10-20 persen," lanjutnya.

Untuk diketahui, penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa Ahyudin dan Ibnu Khajar pada Jumat (15/7/2022).

Tak hanya mereka, penyidik juga memeriksa ketiga saksi lainnya yaitu, Pengurus ACT atau Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy Saudari Hariyana Hermain  dan Sekretaris ACT periode 2009-2019 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina ACT serta Novariadi Imam Akbari.

Dalam pemeriksaan itu, Ahyudin menjalani sekitar 12 jam pemeriksaan. Sementara Nivariadi Imam Akbari menjalani kurang lebih 10 jam pemeriksaan.

Namun, usai menjalani pemeriksaan Imam Akbari memilih untuk bungkam dan bergegas meninggalkan wartawan. []