News

Pemecatan Warek UIN Jakarta Dinilai sebagai Upaya Pembungkaman dan Serangan Balik

UIN Watch Sebut Pemecatan Warek Upaya Pembungkaman dan Serangan Balik


Pemecatan Warek UIN Jakarta Dinilai sebagai Upaya Pembungkaman dan Serangan Balik
Kampus UIN Jakarta (Istimewa)

AKURAT.CO, UIN Watch menyebut pemecatan Wakil Rektor (Warek) 3 dan 4 merupakan upaya pembungkaman dan serangan balik atas pengungkapan kasus dugaan penipuan terkait pembangunan asrama. 

UIN Watch telah menerima kiriman dua surat keputusan pemberhentian Wakil Rektor 3, Masri Mansoer, dan Wakil Rektor 4 yakni Andi M Faisal Bakti. 

Informasi tersebut terverifikasi dengan adanya pelantikan Arief Subhan dan Lily Sourraya Eka Putri sebagai Wakil Rektor yang baru. 

Koordinator UIN Watch, Sultan Rivandi mengatakan bahwa pihaknya menduga kuat pemecatan tersebut adalah rangkaian upaya serangan balik dan pembungkaman terhadap Prof Masri Mansoer dan Prof Andi Faisal Bakti. 

Pasalnya, sebelumnya pada 30 November 2020 kami ajukan sebagai saksi dalam pelaporan dugaan tindak pidana di Polda Metro Jaya. 

"UIN Watch sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di mana Rektor justru bersikap semakin sewenang-wenang," kata Sultan dalam keterangan resminya, Jumat (19/2/2021). 

Selain itu, kata dia, adanya dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menjadi keprihatinan dan perhatian sebanyak 126 dosen di kampus yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan.  

Diketahui, 126 dosen-dosen yang tergabung dalam Gerakan UIN Bersih 2.0 tersebut telah menempuh jalur legal dan konstitusional dengan melaporkan kepada Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI pada 25 November 2020. 

Kemudian juga melaporkan pengaduan kepada Senat Universitas dan Rektor pada 9 Desember 2020.