News

Pemda DIY Siapkan Rp80 Miliar Danais untuk Tangani COVID-19

Sementara untuk kebutuhan paling mendesak, sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni terkait program vaksinasi telah dialokasikan


Pemda DIY Siapkan Rp80 Miliar Danais untuk Tangani COVID-19
Untuk kebutuhan mendesak yakni vaksinasi sudah dialokasikan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Paniradya Kaistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera mengalokasikan sekitar Rp80 miliar dari Dana Keistimewaan (Danais) untuk keperluan penanganan COVID-19.

"Saya ngomong kisaran ya, sekitar Rp80 miliar. Ini yang kami siapkan pasca muncul surat PMK (Peraturan Menteri Keuangan)," kata Paniradya Pati pemerintah DIY Aris Eko Nugroho, Rabu (28/7/2021).

PMK Nomor S-121/PK/2021 pada 10 Juli 2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19) itu memperkenankan Danais yang khusus diterima DIY sebesar Rp1,3 triliun tahun ini digunakan untuk penanganan COVID-19.

Kata Aris, saat ini penggeseran Danais untuk keperluan penanganan COVID-19 tersebut masih dalam tahap ancang-ancang. Nantinya, akan dilakukan penjabaran alokasinya.

"Semoga minggu ini lancar dan bisa selesai," terangnya.

Kemungkinakan, kata Aris, Danais yang diubah alokasinya berupa jaring pengaman sosial, atau dapat pula berwujud lainnya.

Sementara untuk kebutuhan paling mendesak, sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yakni terkait program vaksinasi telah dialokasikan melalui penggeseran anggaran milik Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop) DIY sebesar Rp370 juta.

Anggaran sebesar Rp370 juta itu digunakan untuk penunjang vaksinasi yang menyasar pelaku UKM dan UMKM. Meliputi operasional pendukung vaksinasi seperti, pengadaan tenda, pendukung mobilitas berupa sejumlah mobil mikro bus, dan lain sebagainya.

"Dinkop itu pergeseran anggaran objek belanjanya tanpa melihat tolak ukur kinerja. Selain itu dapat dilakukan karena anggarannya memungkinkan untuk itu dan prosesnya cepat," bebernya.

"Yang paling urgent Guberbur bilang untuk proses vaksinasi. Kemarin Dinas Koperasi, besok Dinas Kebudayaan, Perhubungan, Biro Tapem, Pariwisata. Kan masing-masing OPD mengusulkan nanti kami sasar," pungkas Aris. []