Olahraga

Pembunuh George Floyd Dinyatakan Bersalah, Atlet Merayakannya dengan "Waspada"

Pengadilan Minneapolis menyatakan anggota polisi Derek Chauvin bersalah atas kasus pembunuhan George Floyd.


Pembunuh George Floyd Dinyatakan Bersalah, Atlet Merayakannya dengan "Waspada"
Petenis asal Jepang, Naomi Osaka saat bertanding di AS Terbuka 2020. ( INSTAGRAM/Naomi Osaka)

AKURAT.CO, Dunia olahraga turut merespons keputusan pengadilan Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, yang menyatakan anggota polisi Derek Chauvin bersalah atas pembunuhan warga kulit hitam bernama George Floyd. Chauvin adalah petugas yang menindihkan lututnya ke leher Floyd yang membuat Floyd tewas, Mei tahun lalu.

Sebagian merayakan keputusan tersebut namun sebagian lagi memilih untuk berhati-hati untuk tak berpuas hanya pada satu keputusan untuk satu kasus saja. Petenis asal Jepang, Naomi Osaka, mengatakan bahwa ia justru bersedih dengan keputusan kasus Floyd karena menyadari betapa banyaknya ketidakadilan rasial di Amerika Serikat.

“Saya akan menulis cuitan perayaan tetapi kemudian saya terpukul dengan kesedihan karena kita merayakan sesuatu yang sangat jelas saat ini. Fakta bahwa banyaknya ketidakadilan yang terjadi membuat kita menahan nafas terhadap keputusan yang benar-benar menjelaskan,” cuit Osaka.

Bintang NBA yang bermain untuk Los Angeles Lakers, LeBron James, menulis singkat di Twitter-nya, “akuntabilitas.” James adalah salah satu tokoh vokal dari dunia olahraga yang menyuarakan penentangan terhadap ketidakadilan rasial di tanah Amerika.

Pelatih klub NBA New Orleans Pelicans, Van Gundy, justru mempertanyakan apakah keputusan pada kasus Floyd bisa memberikan dampak besar untuk membasmi ketidakadilan rasial. Gundy mencurigai bahwa kasus ini bisa terjadi karena dunia bisa melihat video kematian Floyd oleh Chauvin.

“Akankah ini mengubah sesuatu? Ini cuma sebuah keputusan. Tapi akankah itu cukup untuk dampak yang lebih besar?” kata Gundy.

“Akankah ini memaksa kita atau setidaknya memotivasi kita untuk menggali lebih baik kebijakan dan penyelesaikan masalah besar keadilan rasial? Akankah ini melakukan sebarang hal seperti itu. Akahkah ini akan bergerak maju terhadap hal seperti itu. Ataukah ini hanya keputusan terisolasi terhadap satu kasus di mana kita punya bukti video yang jelas.”

Chauvin terbukti bersalah atas pasal pembunuhan tingkat dua, pembunuhan tingkat tiga, dan pembantaian manusia tingkat kedua dalam kasus Floyd. Ketika tewas di bawah lutut Chauvin, Floyd ketika itu berusia 46 tahun.

Kematian Floyd telah membangkitkan gerakan melawan rasisme yang menyebar ke seluruh dunia melalui slogan “Black Lives Matter.” Juga menjadi salah satu isu yang membuat Joe Biden mengalahkan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun lalu.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu