News

Pembunuh Ardi Andi: Saya Menyesal, Saya Takut Dipenjara

Agus Bin Marsan menjadi pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan Ardi Andi, koordinator penjaga palang pintu kereta api di Jalan Bandengan Utara 3, Tambora


Pembunuh Ardi Andi: Saya Menyesal, Saya Takut Dipenjara
Pelaku Pembunuh Penjaga Palang Pintu Kereta Api Bandengan

AKURAT.CO, Agus Bin Marsan menjadi pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan Ardi Andi, koordinator penjaga palang pintu kereta api di Jalan Bandengan Utara 3, Tambora, Jakarta Barat.

Peristiwa pembunuhan diawali dengan cekcok antara pelaku dan korban mengenai pembagian hasil dari menjaga palang pintu kereta api. Pelaku baru pertama kali terlibat cekcok dengan sejawatnya itu. Padahal, dendam terhadap korban sudah bergulir selama dua tahun.

"Kalau menurut informasi baru terjadi sekali kemarin (pelaku dan korban cekcok), pelaku ini menahan (emosi) selama 2 tahun bekerja sama," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo kepada pewarta, Senin (26/4/2021).

Pelaku dan korban mendapat jatah menjaga palang pintu kereta api setiap hari, mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Sedangkan pukul 11.00 WIB sampai 18.00 WIB ada kelompok lain yang berjaga.

"Mereka ini sudah cukup lama, kelompok ini, bergantian dengan shift lah. Hampir 2 tahun menurut informasi. Ini selalu dipendam oleh pelaku," terangnya.

Setelah membunuh, pelaku kabur dan membuang senjata tajam jenis pisau. Hingga kini senjata yang digunakan pelaku belum ditemukan.

"Pisaunya sedang kita cari karena pisaunya ini dibuang pada saat pelariannya. Tapi itu sudah diakui oleh tersangka dalam BAP," tuturnya.

Agus mengaku khilaf. Dia tidak menyangka nyawa rekan kerjanya habis di tangannya.

"Saya nyesal, saya takut masuk penjara," tuturnya.

Sebelumnya, Ardi Andi koordinator penjaga palang pintu kereta api di Bandengan tewas bersimbah darah setelah ditusuk Agus gunakan pisau pada Kamis (15/4/2021).[]

Arief Munandar

https://akurat.co