Olahraga

Pembukaan PON Papua Akan Dihadiri Penonton

"Kalau semua sudah vaksin bahwa ada kemungkinan PON ini ada penonton," kata Ketua Harian PB PON, Yunus Wonda.


Pembukaan PON Papua Akan Dihadiri Penonton
Ketua Harian Panitia Besar (PB) Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX, Yunus Wonda dalam acara Seremonial Peresmian Venue PON XX di Stadion Lukas Enembe, Papua. ( ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan dimulai kurang dari 30 hari. Ketua Harian Panitia Besar (PB) PON Papua, Yunus Wonda mengatakan, pembukaan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu bisa dihadiri oleh penonton, dengan kapasitas maksimal 10.000 orang.

Upacara pembukaan PON XX rencananya akan digelar di venue utama, Stadion Lukas Enembe, kawasan olahraga Kampung Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura, 2 Oktober mendatang.

“Kami PB PON pastikan ada tamu, artinya harus ada penonton. Tapi kalau kita lihat dari perintah Presiden, bahwa semua yang ada di area venue harus vaksin. Pertama adalah yang dipastikan semua harus vaksin, itu syarat utama. Kuota maksimal di bawah 10.000,” kata Wonda dikutip dari Jubi.co.id, Sabtu (11/9).

“Nah, itu tanda sebenarnya, kalau semua sudah vaksin bahwa ada kemungkinan PON ini ada penonton. Kalau kita lihat kemarin ada statement dari Menkopolhukam, kami PB PON sudah menyiapkan itu,” sambung dia seraya mengimbau penonton untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain upacara pembukaan, Wonda juga mengatakan bahwa setiap pertandingan cabang olahraga di masing-masing venue yang terbagi dalam empat klaster, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke, kemungkinan juga akan menghadirkan penonton. Namun dengan syarat, kata Wonda, penonton yang hadir sudah divaksin.

“Kalau di venue semua free, bisa nonton tapi tetap dengan vaksin dan pastikan sudah pasti ada bidang kesehatan yang mempunyai tanggung jawab itu. Mereka semua pasti ada di venue-venue untuk pastikan semua orang yang masuk, dia harus benar-benar sudah rapid test dan seterusnya,” jelas Wonda.

Sementara itu, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen), TB Ade Lukman menyampaikan, penyelenggaraan PON XX dengan penonton sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Satgas COVID-19.

“Siapapun baik itu atlet, ofisial atau pendamping kontingen memang harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah seperti vaksinasi. Dan kami sudah persiapkan buku pedoman prokes menyeluruh bagi pendamping. Jadi sampai dengan saat ini kami masih menunggu keputusan Satgas COVID-19, apakah akan ada yang hadir seperti suporter maupun penonton,” kata Ade Lukman, belum lama ini..

Lebih jauh, Ade Lukman berpendapat, meskipun apabila seluruh pertandingan sudah diizinkan ada penonton, PON XX akan tetap sepi pengunjung. Menurutnya, situasi pandemi di Papua menurunkan minat masyarakat akan multi-event nasional ini.

Oleh karena itu, KONI bersama penyelenggara yakni PB PON akan mengoptimalkan siaran televisi. Sehingga ajang PON XX Papua bisa diketahui dan ditonton oleh masyarakat Indonesia.

“Kita ketahui banyak sekali pembatasan penerbangan ke seluruh destinasi jadi saya rasa tidak akan banyak penonton yang hadir di Papua,” tutur Ade Lukman.

“Kita akan optimalkan siaran televisi ataupun live streaming agar pertandingan PON XX di Papua ini bisa juga dilihat semua orang di Indonesia. PON adalah multi-event di Indonesia, di mana semua berkeinginan untuk ikut serta dan juga tolak ukur pembinaan olahraga di masing-masing provinsi,” imbuhnya.

Sumber: Jubi.co.id