Lifestyle

Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman Bulan Juli, Demer: Pelaku Pariwisata Perlu Adaptasi

Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyambut baik rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan manca negara Juli mendatang


Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman Bulan Juli, Demer: Pelaku Pariwisata Perlu Adaptasi
Pantai Bali (Dok. Kemenparekraf)

AKURAT.CO Kabar baik bagi pelaku pariwisata di Bali datang dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno usai melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster di rumah jabatan Gubernur, Jalan Surapati Denpasar, Kamis 10 Juni 2021. 

Sebagaimana yang dijadwalkan oleh Presiden Joko Widodo, target pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara akan dilakukan pada bulan Juli 2021. Terget ini beralasan, sebab tidak hanya kasus Covid-19 yang stabil terjaga, namun vaksin terhadap pelaku pariwisata serta masyarakat Bali sudah terdistribusi dengan baik.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyambut baik rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan manca negara Juli mendatang. "Semakin cepat, semakin baik," ungkapnya saat dihubungi wartawan, Jumat (11/6).

Menurut politisi Golkar ini, masyarakat Bali yang selama ini sangat bergantung dari sektor pariwisata mengalami pukulan yang sangat berat. Pada triwulan II tahun 2020 perekonomian Bali menurun hingga minus (10,98)%. 

Bali mengalami kerugian sekitar 9,7 triliun Rupiah setiap bulan dari sektor pariwisata saja. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, per 25 Mei 2020, sebanyak 71.313 tenaga kerja sektor formal di-PHK dan 2.570 orang kehilangan pekerjaan.

Namun demikian, menurut Demer, seluruh komponen pariwisata Bali harus tetap beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. 

"Jangan sampai eforia pembukaan pariwisata Bali untuk wisman membuat kita lupa bahwa keadaan sekarang berbeda dengan keadaan normal. Kita masih di bawah bayang-bayang Covid-19" tutur pria murah senyum ini.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah Bali agar membuat semacam petunjuk pelaksanaan atau pedoman yang baku bagi industri pariwisata tentang protokol kesehatan Covid-19. 

"Dengan adanya pedoman baku ini ada semacam SOP (Standar Operasional Prosedur, red) bagi pelaku pariwisata yang lebih detail. Dan saya kira wisatawan pun  akan merasa aman dan nyaman, tanpa khawatir terhadap Covid-19," pungkas Demer.[Tim]